Penerimaan CPNS Jalur Umum Menyusul – Berita Kota Kendari
Headline

Penerimaan CPNS Jalur Umum Menyusul

KENDARI, BKK – Ternyata bukan saja Kemenkumham yang membuka lowongan CPNS, namun penerimaan CPNS untuk jalur umum juga segera menyusul rekruitmennya.

Informasi itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Dr H Lukman Abunawas SH MH kepada wartawan, Kamis (13/7).

“Kemenkumham ini tahap awal, nanti tahap kedua baru formasi umum,” kata Lukman.

Menurut Lukman sejumlah formasi yang dibuka pada jalur umum diantaranya, tenaga pengajar atau guru, kesehatan, dan formasi umum lainnya.

Lukman menguraikan, penerimaan CPNS nanti proses pendaftarannya juga akan menggunakan sistem online yang terintergrasi.

Lukman mengaku, kepastian akan ada rekruitmen CPNS setelah mendapat informasi dari Kemepan-RB, karena dia sering mengikuti rapat bersama Kemepan.

“Waktunya belum ditetapkan oleh pemerintah pusat. Kita tunggu saja karena saya selalu mengikuti rapat di Kemepan-RB. Formasinya masih seperti sebelumnya tenaga pendidikan 50 persen, medis 30 persen dan 20 persen tenaga umum,” pungkasnya.
Tes Lebih Sulit

Materi tes seleksi CPNS 2017 lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Peserta tidak hanya diuji seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan sistem computer assisted test (CAT) tapi juga menjalani seleksi kompetensi bidang (SKB).

“Selesai seleksi kompetensi dasar, peserta harus ikut seleksi kompetensi bidang. Ini berbeda dengan seleksi beberapa tahun lalu, yang tidak mengharuskan dilakukan SKB,” kata Kabag Komunikasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Suwardi di Jakarta, Kamis (13/7).

Berdasarkan PermenPAN-RB 20/2017, materi Seleksi Kompetensi Bidang ditetapkan oleh instansi pembina jabatan fungsional.

Sedangkan materi seleksi untuk jabatan pelaksana ditetapkan oleh instansi yang membidangi urusan jabatan pelaksana dimaksud.

Bila instansi pembina jabatan fungsional atau yang membidangi urusan jabatan pelaksana belum siap menyusun materi SKB, maka penyusunannya dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian instansi yang melakuan pengadaan CPNS.

Materi SKB selanjutnya itu selanjutnya dikoordinasikan dan diintegrasikan ke dalam sistem CAT Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Tidak seluruh peserta yang lolos passing grade bisa mengikuti SKB. Jumlah peserta yang bisa mengikuti seleksi kompetensi bidang paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan pada masing-masing jabatan berdasarkan peringkat nilai seleksi kompetensi dasar,” jelasnya.

Dia menambahkan, SKB dilakukan menggunakan CAT dan bisa ditambah dengan tes lainnya sesuai kebutuhan jabatan.

Pelaksanaan CAT menggunakan fasilitas komputer dan penunjang lain yang disiapkan BKN atau menggunakan fasilitas komputer dan penunjang yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bisa juga menggunakan fasilitas mandiri yang disiapkan instansi di bawah koordinasi BKN.

Bagi instansi yang belum siap melaksanakan SKB menggunakan CAT, bisa melakukan minimal dua bentuk tes, antara lain, yaitu tes praktik kerja dengan materi dan penguji yang berkompeten sesuai kebutuhan jabatan.

Juga tes fisik/kesamaptaan, psikologis, kesehatan jiwa, dan wawancara sesuai yang disyaratkan oleh Jabatan.

“Instansi bersangkutan harus membuat dan menyampaikan panduan kepada Panselnas terkait rencana pelaksanaan SKB sebelum pelaksanaan SKD dimulai. Pengolahan hasil SKB dilakukan PPK yang hasilnya disampaikan ke Panselnas dalam bentuk softcopy dan hardcopy,” urai Suwardi.

Dia menambahkan, ada tiga kelompok materi soal seleksi kompetensi dasar (SKD).

Ketiga kelompok soal dimaksud adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

“Agar lolos ke tahapan berikutnya, peserta seleksi harus lolos atau ambang batas (passing grade) yang akan ditetapkan dengan Peraturan MenPAN-RB. Untuk itu, peserta diminta menyiapkan diri dengan memelajari sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditetapkan,” kata Suwardi.

TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan Indonesia.

Empat pilar itu meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Indoensia (NKRI).

“NKRI ini mencakup sistem Tata Negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar,” terangnya.

Materi kedua adalah TIU yang dimaksudkan untuk menilai kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis.

Tes ini juga untuk menilai kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi, perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka.

TIU juga untuk mengetahui kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis, dan kemampuan berpikir analitis, yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

Adapun TKP untuk menilai integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi kepada orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan.

“TKP juga untuk menilai kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain,” imbuh Suwardi.(esy/jpnn)

To Top