KPK Bidik Korupsi di Pemkot Kendari – Berita Kota Kendari
Headline

KPK Bidik Korupsi di Pemkot Kendari

Saat Tim KPK RI Konfirmasi Kepada Pihak PU Kendari. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Setelah menangani kasus korupsi di Pemprov Sultra dan menahan Gubernur Sultra, H Nur Alam, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga membidik dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

Kasus yang menjadi bidikan KPK di instansi pemerintahan pimpinan Dr H Asrun itu yakni dugaan korupsi penyertaan modal di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kendari tahun 2011.

Sebagai bukti KPK sedang melakukan penelusuran kasus tersebut, Kamis (13/7), tida penyidik KPK mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kendari.

Ketiga penyidik terdiri dari dua pria dan seorang wanita mendatangi kantor Dinas PU Kota Kendari sekitar 12.45 Wita, dengan mengendarai mobil Avanza berwarna silver bernomor polisi (Nopol) DT 1045 BA.

Saat tiba di Kantor PU Kendari di Jl Abunawas Kendari, tiga orang penyidik KPK RI langsung memasuki ruang rapat Dinas PU Kendari.

Berdadarkan pantauan yang dilakukan wartawan koran ini, kedua penyidik KPK RI tidak mengenakan rompi kuning. Namun memiliki ID Card. Perempuan mengenakan baju putih memakai tas merah hitam, sementara laki-laki mengenakan baju batik dan satunya mengenakan baju putih.

Saat mereka berada di ruang rapat Dinas PU, diterima Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya PU Kota Kendari, Yohanis Tulak.

Hanya berkisar 30 menit diterima Yohanis ketiga penyidik kemudian berkunjung di Kantor Wali Kota Kendari.

Saat keluar dari kantor Dinas PU Kendari, jurnalis berusaha meminta komentar para penyidik. Namun mereka enggan berkomentar banyak, termasuk ketika diminta nama dan tujuan mereka.

Mereka mengaku hanya sebatas jalan-jalan. “Hanya jalan-jalan, kalau soal perkaranya saya tidak bisa bicara. Silahkan tanya ke pusat,” singkatnya sambil bergegas meninggalkan kantor Dinas PU Kendari.
Sementara, Yohanes Tulak ketika dikonfirmasi membenarkan jika yang datang adalah benar-benar penyidik dari KPK.

Menurut Yohanes, mereka mempertanyakan adanya anggaran penyertaan modal ke PDAM tahun 2011.
“Tadi saya tanyakan identitas mereka (utusan KPK), karena saya tidak terima sembarang. Mereka (utusan KPK) ada identitas dari KPK RI dan ada surat tugasnya,” ujar Yohanes.

Menurutnya, ketiganya mengaku utusan KPK dari Bidang Penerimaan Pengaduan Masyarakat.

Yohanis menjelaskan, kepada penyidik KPK, tidak bisa menjelaskan banyak karena belum mendapat izin dari Kepala Dinas (Kadis).

“Tadi saya tidak bicara banyak, sebab harusnya pak Kadis (Kepala Dinas) yang menerima, hanya saja pak Kadis sedang ada urusan di luar kantor,” katanya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Ali Kibu mengatakan, dirinya tidak tahu menahu soal kedatangan tim KPK di salah satu SKPD Kota Kendari.

“Jujur saya belum dapatkan informasi jika KPK datang di PU Kendari, bahkan saya juga sempat menanyakan kepada teman-teman terkait itu mereka juga tidak tahu menahu,” papar Ali Kibu.

Kehadiran penyidik KPK di Pemkot Kendati untuk mengusut dugaan korupsi dana penyertaan modal Dinas PU Kendari pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa, sejak tahun 2011, dengan nilai nominal proyek kurang lebih Rp 200 miliar.

Johanes membenarkan pemeriksaan tersebut. “Mereka dari KPK,” jelas Johanes seraya menerangkan bahwa dirinya tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh karena tahun 2011 belum dinas di PU.

Dana yang dikelola PDAM sejak tahun 2011 itu berkisar Rp200 miliar. Namun demikian, pihak PDAM tidak pernah melihat wujud uangnya secara nyata, melainkan mereka hanya menerima dalam bentuk barang.

“Nilai nominal barang yang diterima pun tidak diketahui oleh pejabat di PDAM sebab hanya diberikan dalam bentuk barang,” kata sumber yang pernah menjadi pejabat di PDAM seperti dikutip Sultrakini.com.

Sumber itu mengaku sehari sebelumnya telah dimintai pendapat secara non formal oleh penyidik KPK, menyatakan bahwa segala perencanaan memang dilakukan oleh Dinas PU setempat.

Ketika ditanya bahwa siapa yang membelanjakan kebutuhan proyek PDAM tersebut, dengan diplomasi ia menjawab singkat, “Ya orang atas lah,” katanya.

Menyangkut besaran dana penyertaan di PDAM Kendari, menurut Sekretaris Dinas PU Kota Kendari, Rusdin Jaya, hanya berkisar Rp3 miliar untuk tahun 2011. “Penyertaan modal ke PDAM sebesar Rp3 miliar lebih,” kata Rusdin kepada wartawan.(cr6-cr5/lex)

To Top