Pendidikan

Siswa Baru SMA Sederajat Wajib Ikuti PLS

KENDARI, BKK – Siswa baru perlu mengenali sekolah barunya sebelum proses belajar mengajar dimulai. Olehnya, meski Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) telah ditiadakan, satuan pendidikan tetap diharuskan menjalankan program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).

Ketua Musyawarah Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK Kota Kendari, Ruslan, MPd menyebutkan, khusus siswa baru SMA sederajat wajib mengikuti PLS. Untuk menghindari aksi pelonco maupun kekerasan yang dilakukan senior terhadap siswa baru, kegiatan pengenalan sekolah tersebut dipimpin langsung oleh guru di masing-masing sekolah.

“Ketua panitia PLS sendiri dari guru di satuan pendidikan langsung untuk mengantisipasi adanya tindakana pelonco dan kekerasan terhadap peserta didik baru,” terang Ruslan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/7).

Kepala SMAN 4 Kendari ini juga menjelaskan, peserta didik baru yang berhalangan datang mengikuti PLS diakibatkan sakit, harus dilengkapi dengan surat keterangan dari dokter untuk menyakinkan pihak sekolah dan mempunyai alasan yang benar dan mendasar.

“Kegiatan PLS ini juga sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 18 Tahun 2016,” ujarnya.

Ia menuturkan, PLS diselenggarakan oleh sekolah jenjang SMA/SMK, merupakan penyempurnaan dari MOS yang dianggap tidak mendidik dan tidak sesuai dengan etika.

Dalam PLS itu sendiri, lanjutnya, siswa baru dapat mengetahui fasilitas sekolah, sarana maupun prasarana, kemudian pengenalan personal guru dan staf tata usaha serta tata tertib dan seluruh perangkat yang berada di sekolah.

“Saya berharap agar siswa/siswi sendiri sudah mempersiapkan dirinya secara mental yang kuat dalam menghadapi dan mengikuti PLS sampai selesai dengan baik,” katanya.

Dijelaskannya, pelaksanaan PLS sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) penerimaan peserta didik baru Dinas Pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra), berlangsung antara 10 – 15 Juli. Namun, sekolah yang melakukan penambahan PLS dari waktu yang sudah ditetapkan itu tidak disalahkan sepanjang dalam konteks materi pendidikan.

Proses belajar mengajar sendiri akan mulai dilaksanakan, Senin (17/7), sehingga para siswa/siswi sudah mengenal lebih awal mengenai lingkungan tempat ia menimba ilmu dengan menggunakan pakaian seragam yang sudah ditentukan sekolah

“Dengan adanya PLS ini pendidikan karakter yang harus digalakkan karena sangat memegang peranan penting di dalam menciptakan masyarakat berbudaya baik dengan menjunjung tinggi budaya kita sendiri berdasarkan norma dan etika. Semoga semuanya berjalan baik dan lancar,” tandasnya.(p12/nur)

To Top