Headline

Petani Padi Ladang Organik di Butur Mulai Panen

Staf khusus Bupati Butur, Musyida Arifin

BURANGA, BKK – Para petani yang membudidayakan padi ladang di sejumlah kecamatan di Buton Utara (Butur) menggelar panen untuk musim tanam 2017 ini.

Staf khusus Bupati Butur, Musyida Arifin dari Ereke melaporkan, tahun ini luas areal padi ladang organik yang akan di panen mencapai 350 hektar.

Areal lahan padi ladang organik tersebut tersebar di hampir di semua kecamatan, seperti Kambowa, Bonegunu, Kulisusu Utara, Kulisusu Barat, dan Kulisusu. Namun yang paling luas lahannya adalah di Kulisusu.

“Saat ini yang dipanen sudah mencapai 65 persen dari total luas lahan, dengan rata-rata produksi beras 1,2 ton per hektar atau 2,5 ton gabah,” kata Musyida yang juga mantan Ketum Kohati HMI Cabang Kendari.

Musyida mengakui, jumlah produksi tersebut masih terbilang rendah dan potensi untuk ditingkatkan masih terbuka lebar. “Produksinya masih rendah karena belum ada intervensi pupuk kompos maupun pupuk organik cair,” katanya.

Menurut Musyda, pada musim tanam berikutnya petani ladang sudah disediakan bibit, pupuk organik oleh pemerintah daerah.

Selain itu, para petani akan dilatih membuat kompos dari jerami dan kotoran ternak, membuat pupuk pupuk organik cair (POC), mikro organisme local (MOL), mol vitamin dan mol protein, serta pestisida nabati. Sehingga diharapkan produktivitasnya meningkat.

Pemkab Butur yang sudah memproklamirkan dirinya sebagai pengembang pertanian organik, sudah memprogramkan, tahun depan akan menambah luas tanam padi ladang minimal 100 hektar.

Padi ladang di Butur memproduksi beras merah dan beras Hitam yang sangat bermanfaat untuk kesehatan Karena mengandung zat antosianin yang berfungsi sebagai anti oksidan (anti kanker).

“Juga berserat tinggi dan rendah gula. Cocok untuk orang yang mementingkan kesehatan, dan penderita penyakit diabetes,” ujar Musyida.

Beras organik dari Butur sudah melalui pengujian dari laboratorium sertifikasi Kementerian Pertanian, dan hasilnya dinyatakan bebas pestisida dan Logam berat. “Saat ini sudah keluar sertifikatnya untuk 11 kultivar dari kurang lebih 30 kultivar yang ada di Butur,” katanya.

Dia menambahkan, kelebihan beras merah Butur yakni harum dan pulen.

Pemasaran beras organik Butur saat ini sudah menasional, karena sudah dipasarkan di sejumlah provinsi seperti Sulsel, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Bahkan, sampel beras merah Butur pernah dipromosikan organisasi pangan dunia 4 H di Korea Selatan. (lex)

To Top