Meneken Sejumlah MoU untuk Kemajuan Daerah – Berita Kota Kendari
Headline

Meneken Sejumlah MoU untuk Kemajuan Daerah

Bupati Konut, Ruksamin menandatangani sejumlah MoU selama dalam kunjungan di Korea Selatan. Dalam kunjungan tersebut ikut disaksikan Sekda Sultra, Lukman Abunawas dan Ketua DPRD Sultra, H Abdurrahman Shaleh. (Foto: IST)

Pemerintah Kabupaten Konawe Utara yang dipimpin langsung Bupati, Dr Ir H Ruksamin MSi melakukan kunjungan kerja di Korea Selatan selama sepekan. Kunjungannya tak hanya sekadar jalan-jalan, tapi menghasilkan berbagai kerjasama yang bermanfaat bagi kemajuan Konawe Utara.

Kehadiran delegasi Pemkab Konut di Korsel disambut meriah pimpinan perusahaan MBG (Master Bisnis Group) dan Pemerintah Korea Selatan, Kamis (6/7). Mereka berpakaian adat dan mengalungkan bunga kepada rombongan Pemkab Konut.

Rombongan Pemkab Konut yakni Bupati H Ruksamin didampingi Wakil Bupati, Rauf, Sekprov Sultra, H Lukman Abunawas dan Ketua DPRD Sultra, H. Abdurahman Shaleh.

“Tanpa di uga mulai dari bandara mereka telah berbaris lengkap dengan pakaian adat Korsel sembari membawa bunga untuk dibagikan kepada anggota,” kata Ruksamin melalui Watshap kepada jurnalis BKK, Kamis (6/7/2017).

Ruksamin menceritakan, mereka kemudian dengan menggunakan bus menuju kantor MBG. Yang membanggakan, katanya, di dinding bus yang mereka tumpangi terdapat tulisan selamat datang rombongan Bupati Konut dan lengkap fotonya.

“Sementara mobil sedan yang mengiringi kami juga terpasang bendera kecil merah putih dan bendera Korea,” katanya.

Setibanya di Kantor MBG Group di Seoul, delegasi Pemkab Konut dilakukan upacara penjemputan, diawali dengan pengalungan bunga dan diiringi lagu Indonesia Raya beserta lambaian bendera kecil kedua negara oleh ribuan Karyawan dan karyawati perusahaan tersebut.

Delegasi kemudian langsung melakukan prosesi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pimpinan MBG Group, Dr Lim. MoU tersebut berisikan sejumlah kesepakatan investasi MBG Group di Konut diantaranya pembangunan Smelter, pabrik pakan ikan dan udang.

Sebagai rangkaian kerjasama pembangunan pabrik pakan ikan dan udang, akan diawali dengan kesiapan pengolahan tambak udang di Konut seluas 2.000 hektar. Acara ditutup dengan tukar cendera mata dan pemotongan kue tanda di mulainya persiapan pembangunan.

“Insya Allah melalui kerjasama ekonomi bilateral ini dapat meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan pekerjaan masyarakat termasuk mendorong percepatan pembangunan daerah kita semua,” kata Ruksamin.

Dalam kunjungan ke Korsel, Bupati Konut mendatangani juga MoU dengan Chungbuk University dan Wali Kota Boeun.

Kerjasama dengan Chungbuk University untuk bidang pendidikan, menurut Ruksamin, dimana para pelajar asal Konut akan menimba ilmu di Universitas Chungbuk. Usai menimba ilmu di Univesitas asal Korea tesebut, para pelajar dapat bekerja di perusahaan pertambangan MBG Grup.

“Tujuan Mou tersebut meningkatkan kualitas SDM pelajar. Semoga dapat dimanfaatkan para pelajar Konut dengan menimba ilmu di Univeritas Chungbuk. Biaya akan ditangung oleh perusahaan tambang Nikel MBG Group,” ujar Ruksamin melalui Watshap, Sabtu (8/7/2017).

Dijelaskan, putra/putri daerah yang menimba ilmu di Korsel tersebut tidak lain untuk mengabdi pada negara khususnya nanti bagi daerah. Dan juga dalam pembicaraan tersebut nantinya pihak MBG Group tidak perlu membawa lagi tenaga kerja asal Korsel untuk bekerja di Konut.

“Hanya perlu mendidik pelajar asal Konut ke Korea sudah bisa menjadi bekal untuk bekerja ke daerah asalnya khususnya di MBG Grup. Selesai pembangunan smelter MBG Group di Konut nanti, para pelajar juga sudah pasti bisa menyelesaikan studinya, jadi tinggal bekerja didaerahnya,” katanya.

Sementara MoU dengan Wali Kota Boeun meliputi bidang pertanian, pemuda dan olahraga. Tujuannya, kata Ruksamin, memberikan pemahaman tentang pertanian modern pada petani dan penyuluh di Konut.

Selain itu direncanakan akan dibangun perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, yang akan diisi oleh petani yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya.

“Kita rencanakan, penyuluh kita yang dari Pemda Konut dan para kelompok tani yang berhasil akan kita kirim ke Kota Boeun Korsel untuk mengikuti pelatihan. Biayanya akan ditanggung melalui PT Made By Good (MBG) Group.” kata Ruksamin yang juga Ketua DPW PBB Sultra.

Diuraikan, petani maupun penyuluh yang akan dikirim akan belajar selama 1 sampai tiga bulan di sana. Sepulangnya dari sana mereka akan mengelola pertanian melalui teknologi yang akan disediakan PT MBG.

Hasil pertanian yang dikelola oleh petani-petani yang telah melakukan praktek ke Boeun itu akan disuplai ke perusahaan milik PT MBG seperti buah, sayuran dan kebutuhan pangan lainnya.

Program ini sendiri merupakan kelanjutan dari kerjasama dengan PT MBG yang akan membangun smelter di Kabupaten Konut. Kerjasama ini meliputi peningkatan sumber daya manusia melalui pelajar dan pertanian ini sendiri.(lex)

To Top