UHO Sisir Tempat Pendaftaran SMMPTN Menyesatkan – Berita Kota Kendari
Pendidikan

UHO Sisir Tempat Pendaftaran SMMPTN Menyesatkan

Kabag Humas UHO La Ode Maulid (Foto Sumardin/BKK)

KENDARI, BKK – Manajemen Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas), La Ode Maulid mengajak calon pendaftar Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) untuk mendaftar secara online di laman yang resmi yakni www.uho.ac.id.

Ajakan ini dikeluarkan menyusul adanya laporan dari calon pendaftaran tentang dibukanya tempat pendaftaran di sekitaran lingkungan kampus.

Menyusul laporan tersebut, Kabag Humas, Kamis (6/7), melakukan penyisiran dilingkungan UHO terhadap posko pendaftaran yang diduga akan menyesatkan para calon pendaftar SMMPTN yang minim akan informasi mengenai pendaftaran.

Kabag Humas UHO La Ode Maulid mengatakan, sebaiknya calon pendaftar untuk masuk UHO melalui jalur SMMPTN sebaiknya menggunakan lewat sistem online yang resmi di laman web www.uho.ac.id dan panitia tidak akan bertanggung jawab atas segala kerugian yang didapatkan pendaftar nantinya.

“Sudah banyak memang kejadian, calon pendaftar dirugikan tentang posko pendaftaran yang tidak resmi yang didirikan tersebut yang memang tidak diakui oleh panitia yang membuat kerugian terhadap masyarakat,” ujarnya saat melakukan penyisiran di posko pendaftaran SMPTN dilingkungan UHO, Kamis (6/7)

Ia menjelaskan, bagi yang membuka posko yang tidak diakui panitia seleksi SMMPTN harus bertanggung jawab segala resiko resiko yang ditimbulkan nantinya.

“Kita sudah mendapatkan kasus, posko penyedia jasa pendaftaran seleksi SMMPTN tidak melampirkan format lengkap pendaftaran dan juga tidak melampirkan surat pernyataan bersedia membayar uang pangkal UHO per jurusan yang wajib diisi dan diketahui calon pendaftar,” ucapnya.

Kejadian tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi sebelumnya, UHO sendiri tidak bisa melarang dan saat ini belum ada langkah strategis yang dilakukan untuk melarang aktivitas posko pendaftaran SMMPTN dan tidak diperkenankan membawa nama bendera UHO apalagi menyebut posko yang didirikan tersebut merupakan posko resmi.

“Saya sebagai Humas UHO sudah mengambil langkah-langkah awal salah satunya menurunkan spanduk-spanduk yang mengakui sebagai posko resmi pendaftaran seleksi SMMPTN yang dapat merugikan masyarakat,” tuturnya.

Lanjutnya, masyarakat harus pandai-pandai mencari informasi yang benar yang menyangkut dengan keabsahan pendaftaran SMMPTN di UHO.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar mendaftar secara online sendiri, yang tidak mempunyai resiko, masyarakat harus lebih selektif memilih pendaftaran yang tidak mempunyai resiko yang menimbulkan dampak yang negatif buat masyarakat,” pungkasnya.

Apalagi dapat menyebabkan nama institusi tercoreng dengan ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab dan UHO mengklarifikasi bahwa selain pendaftaran online di web UHO itu tidak resmi. (p12/lex)

To Top