Terjebak di Jalan Buntu, Satu Palaku Jambret Bonyok Dihajar Warga – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Terjebak di Jalan Buntu, Satu Palaku Jambret Bonyok Dihajar Warga

Kedua tersangka jambret, yakni Rahmat mengenakan baju hitam berdiri mengahap tembok, sedang Mus sedang diperiksa penyidik. (FOTO:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Nasib sial dialami dua tersangka jambret bernama Rahmat (19) dan Mus Muliadi (21). Dua warga Baruga Kota Kendari ini terjebak di jalan buntu saat berusaha kabur dari kejaran warga usai menjabret handphone (hp) milik salah satu pengendara.

Peristiwa ini terjadi di Lorong Kelapa Kuning Kelurahan Wowawanggu Kecamatan Kadia, Rabu (5/7) sekira pukul 21.00 Wita.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Malik Fahrin SH SIK mengurai, kejadian ini bermula dari dua tersangka berboncengan menggunakan motor matic, Yama Fino.

Melihat tiga wanita sedang berbocengan menggunakan satu motor melintas dalam dalam Lorong Kelapa Kuning, kedua pelaku langsung berusaha membuntuti.

Memandang ada kesempatan, Rahmat langsung menarik hp jenis Samsung J3 Prime hitam milik korban yang sedang digenggam.

“Korban berada dibocengan bagian tengah. Mus bertindak sebagai joki, sedang rahmat yang menarik hp korban,” terang Malik, Kamis (6/7).

Menyusul hal itu, korban langsung berteriak. Mendengar teriakan korban, beberap warga sekitar langsung berusaha mengejar dua pelaku dengan menggunakan sepeda motor roda dua.

Celakanya, kedua pelaku terjebak di jalan buntu. Sehingga, keduanya lompat dari atas motor.

Lebih sialnya, Rahmat kedapatan setelah terperosok di saluran air. Buntutnya, Rahmat langsung dihajar massa hingga benjol pada bagian wajah.

Untungnya, polisi cepat berada di tempat kejadian perkara (TKP), dan langsung mengamankan Rahmat. Mus berhasil kabur dari warga, ditangkap polisi 20 menit setelah kejadian.

“Kita suruh Rahmat yang telpon dia (Mus), dengan pura-pura meminta jemput. Mus datang, langsung kita bekuk,” kata Malik.

Diungkapkan, Rahmat merupakan residivis kasus serupa, sedang Mus baru pertama kali terlibat penjambretan dan langsung tertangkap.

Lebih lanjut Malik mengatakan, keduanya dijerat Pasal 365 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Sementar itu, Rahmat mengaku, dirinya dan Mus sebenarnya tidak punya niat untuk menjabret.

“Rencana kita hanya jalan-jalan saja. Kalau saya sudah dua kali menjabret, pertama tahun lalu di Ranomeeto,” aku pria beranak satu yang berprofesi sebagai sopir mobil truk ini. (man/iis)

To Top