Beranda

Penertiban PKL Akhirnya Meneteskan Darah

Amir Hasan. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Upaya penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari akhirnya meneteskan darah.

Salah seorang warga terluka dan berdarah kepalanya akibat dianiaya Pol PP saat penertiban di Jalan Saosao dan Sorumba, Kamis (6/7).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Kendari Amir Hasan soal ini mengatakan, saat hendak menertibkan pedagang yang berjualan di atas trotoar sepanjang Jalan Saosao dan Sorumba, anak buahnya diserang dengan sebilah parang oleh anak seorang PKL.

Akibat insiden tersebut, anak PKL yang tidak diketahui indentitasnya mengalami luka gores di kepalanya, akibat pukulan yang dilayangkan Pol PP.

Sebelumnya, kata Amir Hasan, saat puasa dan lebaran pihaknya mengizinkan para pedagang untuk menjual sementara di atas trotoar.

Itu pun, tekan dia, pedagang hanya diperbolehkan menjual takjil dan baju muslim.

“Akan tetapi saat anggota saya hendak menertibkan para pedagang yang menjual di atas trotoar tersebut, anak pedagang melawan dan menolak tempat yang dulunya dijadikan sebagai tempat penghasil uang ditertibkan. Padahal, orangtuannya bersedia ditertibkan,” papar Amir Hasan, saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia melanjutkan, anak pedagang tersebut mengamuk dan mengambil parang saat hendak dilakukan penertiban.

“Total penjual yang ditertibkan kurang lebih sebanyak 20 orang. Kita juga sebelum melakukan penertiban, hampir setiap hari kami memberikan peringatan terhadap penjual. Tapi, peringatan yang kita berikan tidak diindahkan,” keluhnya.

Lebih jauh, tutur Amir Hasan, kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Total anggota yang saya kerahkan untuk melakukan penertiban tersebut sebanyak 90 orang,” tutupnya. (cr6/iis)

To Top