Lingkar Sultra

DPRD Soroti Penanganan Sampah di Ranomeeto

MARWAN TOASA/BERITA KOTA KENDARI
KETUA Komisi III DPRD Konsel, Senawan (tengah) saat membuka Rapat Dengar Pendapat dengan pihak BLH Konsel terkait permasalahan sampah di Ranomeeto, Kamis (6/7).

ANDOOLO, BKK- DPRD Konawe Selatan menekan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Konsel agar fokus menangani masalah persampahan di wilayah Ranomeeto yang kondisinya saat ini sangat mengkhawatirkan dan jadi sorotan masyarakat. Apalagi, di kecamatan ini ada Bandara Haluoleo Kendari dan berbatasan langsung dengan Kota Kendari.

“Ranomeeto itu wajahnya Konsel di kota. Malu kita jika di sana sampahnya berserakan,” sindir Ketua Komisi III, Senawan saat menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran BLH, di ruang Komisi III DPRD Konsel, Kamis (6/7).

RDP ini sendiri digelar menyusul meningkatnya keluhan masyarakat lantaran tumpukan sampah yang tidak terurus, terutama setelah libur lebaran lalu. Politisi PDIP ini pun menyarankan agar BLH segera membuat kajian permukiman padat sampah di wilayah Konsel.

“Ini bertujuan agar diketahui daerah mana saja yang padat penduduk sehingga nantinya bisa jadi laporan saat pembahasan anggaran. Ini akan jadi perhatian khusus kami di komisi III,” jelasnya.

Selain itu, Senawan juga meminta agar Peraturan Daerah tentang Penanganan Persampahan lebih giat disosialisasikan kepada masyarakat. Masyarakat harus tahu dan sadar bagaimana memperlakukan sampah mereka, agar tidak seenaknya saja membuang di sembarangan tempat.

Ketua Komisi I, Tasman Lamuse menambahkan, BLH harus lebih memperhatikan kesejahteraan petugas pengangkut sampah. Pasalnya, dia mendapatkan informasi bahwa kesejahteraan petugas sampah tidak diperhatikan. Bahkan sampai ada yang mengeluhkan gajinya dipotong.

“Personil belum cukup jika dibandingkan dengan volume sampah yang ada. Sistem penggajian tidak jelas, anggaran sangat minim. Ini harus menjadi perhatian,” ungkapnya.

Anggota Komisi III, Ismiati Iskandar menyampaikan saran agar dibuat program bak sampah yang besar untuk memudahkan masyarakat dalam menempatkan sampahnya. Sementara anggota komisi III lainnya, Andi Achmad lebih menyoroti kesejahteraan para petugas sampah.

Kepala BLH Konsel, Burhanuddin menjelaskan, di Ranomeeto sebenarnya ada sarana dan fasilitas penanganan sampah. Menurutnya, di kecamatan tersebut terdapat 16 titik Tempat Pembuangan Sampah dan 1 Tempat Pembuangan Akhir di Desa Ranooha. Adapun kendaraan operasional yang melayani wilayah Ranomeeto terdiri dari dua unit truk serta beberapa motor tiga roda. Jumlah petugas sampah sebanyak delapan orang, ditambah dua supir truk sampah.

Namun menurutnya, jumlah sarana, fasilitas dan SDM tersebut sudah tidak memadai jika dibandingkan volume sampah yang dihasilkan masyarakat Ranomeeto setiap harinya. Malah, pihaknya saat ini harus mencari titik TPA yang baru.

“Kami berupaya mencari lokasi baru untuk TPA. Karena sampai sekarang kita juga meminjam TPA Kota Kendari untuk menanggulangi permasalahan sampah di Ranomeeto,” katanya.

Untuk kesejahteraan petugas sampah, Kepala Bidang Lingkungan Hidup BLH Konsel, Rony membantah jika ada pemotongan gaji, seperti yang diungkapkan sejumlah anggota dewan dalam pertemuan itu.

“Malahan saat ada kekurangan, saya menggunakan dana pribadi sendiri karena tidak ada dalam DPA kami,” ucap Rony.

Namun Kepala BLH, Burhanuddin di akhir pertemuan setuju untuk menambah gaji para petugas persampahan. “Kami juga memang akan mengajukan penambahan anggaran agar nanti pekerja kami bisa bertambah personilnya dan gaji mereka naik dari Rp 1,5 juta jadi Rp 2 juta,” tutupnya. (cr13/aha)

To Top