Anggota Dewan Interupsi untuk Doakan Gubernur – Berita Kota Kendari
Headline

Anggota Dewan Interupsi untuk Doakan Gubernur

KENDARI, BKK – Suasana rapat DPRD Sultra, Kamis (6/7) sempat diwarnai interupsi anggota DPRD dari Fraksi PAN. Namun interuspsinya bukan berkaitan dengan materi dalam pembahasan rapat dewan, tetapi berkaitan dengan penahanan Gubernur Sultra, H Nur Alam.

Anggota DPRD dari FPAN, Suwandi Andi menginterupsi pimpinan dewan yang memimpin rapat, Nursalam agar mendoakan Gubernur Nur Alam yang sedang menghadapi cobaan ditahan KPK.

“Interupsi pimpinan, terkait kasus yang menimpa gubernur kita, pak Nur Alam saya rasa akan lebih baik kalau ada gelar doa bersama,” ujar Suwandi Andi.

Interupsi Suwandi disambut baik, pimpinan rapat Nursalam lalu langsung memimpin doa bersama atas peristiwa yang dialami Gubernur Nur Alam.

“Saya rasa benar kebetulan ada semua SKPD ditempat ini, mari kita doakan beliau (Nur Alam, red) semoga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” ajaknya.

Selanjutnya seluruh anggota dewan pada pejabat eksekutif yang hadir langsung tertunduk berdoa dengan khusyuk sehingga suasana gedung menjadi hening.

Setelah itu rapat DPRD Sultra kembali dilanjutkan. Rapat DPRD Sultra membahas laporan pertanggung jawaban Keuangan APBD 2016 Pemerintah Provinsi Sultra.

Rapat tersebut diikuti anggota dewan dan sejumlah perwakilan semua SKPD lingkup pemprov Sultra.
Sementara itu, Ketua DPRD Sultra, Abdurahman Shaleh secara terpisah kepada jurnalis BKK mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa Gubernur Sultra H Nur Alam.

”Tapi kita berharap beliau tegar untuk menghadapi peroses hukum dan beliau juga masih menjalani sidang, karena ini masa penahanannya selama 20 hari oleh KPK,” Abdulrahman Shaleh, Kamis, (6/7).

Ia mengungkapkan, untuk roda pemerintahan di Sultra memang kami akui, itu akan terganggu dengan ditahannya beliau saat ini. Tapi tugas beliau akan diserahkan oleh Wakil Gubernur, Saleh Lasata, beliau juga siap menghendel tugas-tugas yang ada di daerah.

”Kebetulan hari ini DPRD Sultra, akan rapat untuk membahas Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016, yang idealnya Gubernur harus hadir di DPRD, tapi dengan kondisi beliau kami sangat memaklumi,”katanya.

Untuk hari ini ada dua agenda kami kejar, yaitu termaksud Perda dan kedepan ini kami akan membahas APBD perubahan 2017 dan APBD 2018, saya kira tugas-tugas tersebut akan dihandel oleh Wagub dan Sekda.

”Pembahasan APBD ini, akan sangat berpengaruh tidak akan efektif dengan tidak adanya Pak Gubernur, karena ini adalah tanggung jawab beliau secara konstitusional, tapi kami harap tugas ini akan dilimpahkan oleh Wagub,”katanya.

Ia mengatakan, Pak Gubernur itu adalah sebagai pengayom, sebagai orang tua kami semua di Sultra, hubungan DPRD Sultra dengan beliau sangat bagus, dalam rangka membangun serginitas dalam membangun Sultra, beliau sangat dinamislah membangun komunikasi dengan DPRD Sultra.

”Jadi kami dari DPRD atas nama lembaga turut perihatin, dan saat ini kami serahkan ke proses hukum, karena harus menjunjung proses yang ada hari ini, dan kita doakan beliau mudah-mudahan beliau tegar menghadapi masalah ini,”lanjutnya. (p13)

To Top