Pelaku Memperoleh Upah dari Seseorang – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Pelaku Memperoleh Upah dari Seseorang

Aw tersangka pembakaran Kantor Kelurahan Wuawua dan Anduonohu saat digirim ke mobil untuk dibawa ke Kejari Kendari. (FOTO:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Satu tersangka kasus pembakaran Kantor Kelurahan Wuawua dan Anduonohu diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari. Pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua dilakukan, Rabu (5/7).

Tersangka yang diketahui berinisial Aw (33) ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Kendari pada April 2017. Tersangka dibekuk di kediamannya, Jalan Tekaka Kelurahan Kandai Kecamatan Kendari.

Adapun pembakaran dua kantor lurah terjadi pada 19 Februari 2017, atau setelah beberapa hari Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Kendari.

“Jadi salah satu pelaku yang saat kita amankan, kita tahap dua ke Kejari Kendari,” ujar Kapolres Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sigid Haryadi SIK, Rabu (5/7).

Dikatakan, penangkapan tersangka berkat kerja keras anggota Polres Kendari di lapangan yang bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sigid menuturkan, motif pelaku melakukan pembakaran karena dengan perolehan suara salah satu pasangan calon yang kalah dalam Pilwali Kota Kendari.

“Jadi dia mendapat sedikit uang, namun masih kita kembangkan mengenai siapa yang memberi uang. Untuk saat ini kita fokus pada pelaku utama dulu untuk membuktikan pembakaran dua kantor kelurahan,” tandasnya.

Sigid mengurai, tersangka menjalankan aksinya sendiri dengan menggunakan kendaraan roda dua. Kala itu, tersangka melihat kondisi kantor kelurahan yang sepi tanpa dijaga, akhirnya membakarnya menggunakan bensin yang disimpan pada botol air mineral.

Menurut dia, pembakaran Kantor Kelurahan Wuawua dan Anduonuhu merupakan satu rangkaian. Namun, yang didorong ke Kejari Kendari masih pembakaran Kantor Kelurahan Wuawua.

“Setelah itu kita akan majukan lagi kasus yang kedua, yakni pembakaran Kantor Kelurahan Anduonohu,” sambung perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

Lebih lanjut Sigid mengatakan, tersangka dijerat Pasal 187 Kita undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman 12 tahun penjara. (man/lex)

To Top