Bisnis & Ekonomi

Nelayan Keluhkan SPBN Tomia Bersinar

VELY SARMAN/BERITA KOTA KENDARI
KEHABISAN STOK. SPBN Tomia Bersinar yang saat ini ditutup karena kehabisan stok BBM.

WANGGUDU, BKK- Sejumlah nelayan mengeluhkan pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN) Tomia Bersinar. SPBN yang khusus menyalurkan BBM bersubsidi kepada nelayan ini dituding lebih sering melayani yang bukan masyarakat nelayan.

Sejumlah warga nelayan bahkan sudah lama curiga. Salah seorang warga sekitar SPBN yang berlokasi di Desa Tanjung Laimeo, Kecamatan Sawa, Aras mengaku beberapa kali mendapati sebuah mobil yang mengangkut puluhan jerigen sedang melakukan pengisian BBM di SPBN tersebut.

Yang jadi masalah, mobil itu tidak dikenali oleh warga. Aras bahkan memastikan mobil itu bukan salah satu milik masyarakat nelayan Konut.

Karena itu, nelayan, kata Aras, curiga SPBN ini sering cepat kehabisan stok gara-gara melayani pengisian jeriken mobil tersebut dalam jumlah yang sangat besar.

“Yang kita tahu itu setiap bulan jatah premium sebanyak 32 ton dan solar 64 ton. Itu tidak pernah cukup. Sering ada mobil datang mengisi BBM menggunakan jerigen ukuran 35 liter,” ungkap Aras, Rabu (5/7).

Sementara pihak SPBN Tomia Bersinar, Laode Arif yang dikonfirmasi tidak menyangkali adanya penjualan BBM di luar masyarakat nelayan. Bahkan dia tidak segan menyebutkan pihaknya beberapa waktu lalu pernah menjual BBM dalam jumlah besar.

“Kita pernah jual kepada orang yang mengaku ada rekomendasi dari Dinas Kelautan. Dalam satu mobil berisikan puluhan jeregen. Tapi sekarang sudah jarang,” terangnya.

Masalah ini kian diperparah dengan semakin berkurangnya stok BBM dari Pertamina untuk SPBN Tomia Bersinar. Bahkan, SPBN ini harus tutup.

Sejak dua bulan terakhir kelangkaan BBM sudah dialami oleh para nelayan di Konut. Hingga bulan Juni, jumlah BBM yang berhasil disalurkan ke SPBN hanya mencapai 8 ton.

“Mungkin ini pengaruh jalan rusak. Mulai bulan Mei lalu BBM sudah mulai mengalami kelangkaan,” pungkasnya. (cr12/aha)

To Top