Keluarga Pasien Demo RS Siloam Baubau – Berita Kota Kendari
Headline

Keluarga Pasien Demo RS Siloam Baubau

Keluarga pasien saat demo di RS Siloam Baubau. Foto: Adnan

BAUBAU, BKK – Rumah Sakit (RS) Siloam Kota Baubau didemo keluarga pasien yang kesal dengan perlakuan petugas RS, Rabu (5/7). Mereka menilai RS Siloam menjadi penyebab meninggalnya Epi (32) saat dibawa ke RS Siloam setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Rabu dini hari.

Saat akan ditangani, RS Siloam disebut-sebut meminta sejumlah uang terlebih dahulu kepada keluarga pasien sebelum melakukan penanganan medis. Padahal, saat itu Epi membutuhkan penanganan secepatnya karena mengalami pendarahan di kepala. Sempat dua jam tidak ditangani, Epi lantas dibawa ke RS Murhum, kemudian dilarikan kembali ke BLUD RSUD Baubau, dan meninggal dunia tak lama kemudian.

Keluarga Korban, Magdalena ketika diwawancarai mengatakan, perawat RS Siloam meminta uang Rp 10 juta sebelum menangani pasien. Karena merasa tidak dilayani, korban lakalantas itu langsung dilarikan ke RS Murhum menggunakan kendaraan sendiri, disana luka Epi dibersihkan dan dijahit, karena peralatan tidak memadai, ia lantas dirujuk ke BLUD RSUD Baubau.

“Tidak mungkin kita kecelakaan mau bawa uang. Diminta juga uang pembersihan 1 juta lebih, perawatnya yang minta,” katanya ketika ditemui di depan RS Siloam.

Magdalena mengaku keluarga korban akan menempuh jalur hukum atas kejadian itu. Tujuannya menurut dia, agar tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kejadian serupa di RS Siloam. Dia juga mengaku memiliki rekaman video pernyataan perawat dan petugas keamanan RS Siloam yang meminta uang terlebih dahulu.

Direktur RS Siloam Baubau, dr Muhammad Agung Zain ketika dikonfirmasi membantah adanya permintaan uang dari petugasnya kepada pasien sebelum dirawat, dan yakin petugasnya bekerja sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Jika memang ada ungkapan dari petugasnya seperti yang dituduhkan keluarga pasien, ia siap memberi sanksi.

“Saya jamin itu tidak ada. Kami tidak pernah sama sekali bicara uang di depan, tidak pernah, kami akan tangani dulu, itu prosedur kami,” jelasnya.

Ia juga mengakui memang ada pasien yang masuk ke RS Siloam pukul 02.00 WITA, namun karena saat itu ruangan ICU, dan ruang perawatan sedang penuh, petugas belum dapat menangani pasien. Saat itu petugas sudah meminta keluarga agar mendaftarkan terlebih dahulu pasien, agar segera dirujuk ke RS lain, namun kemudian dibawa pergi.

Dia juga mengakui, berdasarkan laporan dari petugas medis, kondisi pasien saat itu harus membutuhkan penanganan cepat, namun karena kondisi tidak memungkinkan, pasien rencananya akan dirujuk dan diantar menggunakan kendaraan RS Siloam ke RSUD Baubau.

“Bukannya didaftar malah dibawa pulang, kita belum sempat daftar, kita tidak tahu dibawa kemana,” tuturnya.

Dia juga mengaku siap jika keluarga korban tak puas dan akan menuntut ke jalur hukum. Semua itu kata dia ada mekanismenya dan akan dibuktikan nanti di jalur hukum. (cr7/lex)

To Top