Hari ini, Pengumuman SMP Ditunda – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Hari ini, Pengumuman SMP Ditunda

Plt Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Sartini Sarita (Foto Sumardin/BKK)

KENDARI, BKK- Pengumuman Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kendari mengalami penundaan yang diakibatkan masalah teknis seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dimasing-masing satuan pendidikan yang berhubungan dengan sistem zonasi/domisili tempat calon siswa SMP tersebut.

Penundaan pengumuman SMP yang seyogyanya akan dilakukan pengumuman pada Kamis (6/7) hari ini tetapi akan dilakukan pada Jumat (7/7).

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Sartini Sarita mengatakan berdasarkan validasi dan verifikasi yang dilakukan dalam seleksi PPDB masih mengalami permasalahan, yang dibahas dalam rapat kepala sekolah se Kota Kendari di Dikmudora.

Ia menjelaskan, banyak satuan pendidikan yang masih mengalami hambatan didalam menelaah peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permen Dikbud) yang berhubungan dengan sistem zonasi siswa/siswa dalam PPDB yang masih kurang dimengerti kepala sekolah tersebut.

“Karena alasan teknis maka pengumuman PPDB dilakukan penundaan yang seharusnya dilakukan pengumuman pada Kamis (6/7) menjadi Jumat (7/7),” ujarnya saat ditemui seusai menggelar rapat PPDB di Dikmudora Kota Kendari, Rabu (5/7).

Ia menuturkan, dalam proses PPDB, sistem zonasi, umur dan nilai mata pelajaran memiliki 90 persen, bobot penentu dan prestasi lima persen. artinya jangan dulu melihat nilai sebelum melihat domisili/zonasi peserta didik baru karna semua sudah tertuan didalam Peraturan Menteri (Permen).

Lanjutnya, adapun satuan pendidikan di daerah tertentu yang masih kekurangan siswa/siswi pada sistem zonasi maka akan dipastikan pada satuan pendidikan yang memiliki siswa/siswi yang memiliki kuota yang berlebihan sehingga akan dipastikan akan tersebar kepada satuan pendidikan yang kuotanya belum terisi.

“Insya Allah satuan pendidikan yang belum terisi kuotanya akan terisi setelah dilakukannya seleksi pada masing-masing sekolah sesuai Prosedur Operasional Standar (POS) yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Masih kata dia, sesuai dengan permendikbud nomor 17 Tahun 2017 PPDB yang menggunakan jalur prestasi mengisi bobot penentu lima persen. Bagi siswa/siswi yang pindah domisili yang tidak memiliki kartu keluarga sehingga dibuatkan kartu domisili untuk melakukan pendaftaran pada jalur khusus prestasi.

“Kepala sekolah dan operator sudah berkerja dengan sangat baik dalam seleksi PPDB tapi yang namanya hal baru tentunya masih butuh penyesuaian dan terjadi kesalahan, dengan munculnya masalah tersebut kita mencari solusi yang terbaik,” pungkasnya. (p12/lex)

To Top