Suksesi

Arusani Akan Hadiri Gelar Perkara Dugaan Ijazah Palsunya

BATAUGA, BKK – Wakil Bupati Buton Selatan (Busel), H Arussani membenarkan kabar tentang rencana Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan melakukan gelar perkara kasus dugaan penggunaan ijazah palsunya.

Hanya saja sejauh ini, pihaknya mengaku belum mendapatkan Surat pemberitahuan waktu pasti terkait pelaksanaan gelar perkara itu.

“Iyah kemungkinan begitu, tapi saya belum tahu pasti kapan waktunya. Dan itu disampaikan ketika pemeriksaan dua minggu yang lalu,” ungkapnya saat dihubungi via ponselnya.

Dikatakan, rencananya gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik resrim Polda Sultra itu akan menghadirkan pihaknya dan juga pelapor.

Ia juga menjelaskan, selain meninjau alat bukti dan menentukan langkah yang akan diambil penyidik, pelaksanaan gelar perkara itu juga akan menentukan status perkaranya, sehingga dapat dipastikan bahwa tudingan tersebut benar atau tidak.

Sekedar tambahan, seperti yang diberitakan Berita Kota Kendari sebelumnya, penyidik polda Sultra telah menetapkan waktu pemeriksaannya pada pekan ini.

Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa 15 orang saksi, termasuk terlapor Arusani. Selain itu, Kepala SMP Banti Mimika Papua, baik pejabat lama yang menandatangani ijazah milik terlapor maupun yang baru telah dimintai keterangan.

Selain itu, penyidik juga sudah menemukan satu alat bukti berupa keterangan saksi. Yaitu beberapa guru menyebut, terlapor Arusani tidak pernah belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Banti Mimika Papua.

Sekedar informasi, Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu dilaporkan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republuk Indonesia (Mabespolri) pada Maret 2017. Namun, pada sekitar April 2017, kasus ini dilimpahkan ke Polda Sultra. (k1/lex)

To Top