Polres Kolut Tangkap Pengedar Upal – Berita Kota Kendari
Aktualita

Polres Kolut Tangkap Pengedar Upal

Mansiral Usman/BKK
Polres Kolut saat mengelar barang bukti dan lima Pelaku Pengedar Uang Palsu.

LASUSUA, BKK – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kolaka Utara (Kolut) berhasil menangkap lima orang pengedar uang palsu (upal) yang beroperasi di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tenggara.

Kelima pelaku mengaku anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan wartawan, diamankan bersama barang bukti berupa upal kurang lebih Rp 41 juta pecahan Rp 100 ribu, Rp50 ribu, Rp 20 ribu dan Rp10 ribu.

Kapolres Kolut, AKBP Juli Eko Prihartono SIK mengatakan, berhasilnya pengungkapan kasus upal ini bermula dari informasi dari masyarakat.

“Kelima pelaku membelanjakan upal di salah satu kios di Desa Watuliu pada Selasa (27/6) lalu,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres pemilik kios tempat pelaku membelanjakan Upal yang pertama kali melaporkan. Berawal dari kecurigaan pemilik kios terhadap kelima pelaku yang tidak pernah dilihatnya serta melihat uang yang di belanjakan tidak seperti uang asli, maka pemilik warung berinisiatif melaporkan.

“Berdasarkan laporan pemilik kios, kami perintahkan anggota melakukan razia kendaraan yang melintas di pos pengaman Kecamatan Wawo,” jelas Kapolres.

Lanjut Kapolres, saat mengelar razia melintas mobil Daihatsu Ayla bernopol DW 1421 AN kemudian anggota polisi segera menanyakan identitas pemilik kendaraam dan dilakukan pengeledahan, kemudian dari mobil tersebut ditemukanlah tas berisi Upal.

Kapolres menambahkan, kelima tersangka sudah diamankan di Mapolres Kolut yang merupakan warga Kabupaten Bone Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kelima pelaku yang telah ditetapkan tersangka pengedar upal yakni SP(36), MA (47), AJ(40), SR(33) dan RS(39),” ujar Kapolred.

Dari kelima tersangka Penyidik menyita barang bukti satu unit mobil, uang palsu senilai Rp 41 juta dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp100 ribu, dompet dan handfhone milik tersangka.

Kapolres menambahkan dari keterangan tersangka, SP (36) mengaku anggota LSM dan RS (33) wartawan Lintas Sulawesi Media Grup.

“Tersangka mengaku hanya melintas di Kolut dengan tujuan silaturahmi di rumah keluarga dan mengaku upal tersebut telah di belanjakan di beberapa kios dalam perjalanan,” ungkap Kapolres.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan, termasuk berupaya menangkap orang yang memasok upal kepada pelaku yang berinisial AJ yang masih buron.

“Tersangka mengakui upal hanya dititipkan seseorang dan betuk upal ini sangat mirip menyerupai aslinya. Masyarakat tidak jelih bisa saja lolos dan beredar,” imbuh Kapolred

Untuk proses hukum kelimah tersangka dijerat pasal 36 KUHP dengan ancaman 10 Tahun kurungan dan Rp.50 Milyar.

“Kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi dan melaporkan jika ada yang mencurigakan atau berpotensi terjadinya tindak pidana,” harap Kapolres. (Cr11/lex)

To Top