Harga Sayuran Masih Mahal – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Harga Sayuran Masih Mahal

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
MELONJAK. Pedagang sayur di Pasar Basah Mandonga merapikan jualannya.

KENDARI, BKK- Hingga Selasa (4/7), harga sayur-sayuran di pasar tradisional masih sangat mahal. Harga sayur bayam yang paling tinggi, Rp 8.000 per ikat. Itu adalah harga yang ditawarkan pedagang di Pasar Basah Mandonga.

Selain bayam, kacang panjang juga terbilang mahal. Alih-alih turun setelah Ramadhan, kacang panjang justru tambah naik dari harga Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per ikat besar. Begitu juga dengan jagung yang sebelum Ramadhan dijual Rp 1.000 per buah, kini Rp 5.000 per tiga buah. Adapun sawi turun harga dari Rp 10.000 menjadi Rp 7.000 per ikat besar. Sayur kangkung juga mengalami penurunan dari Rp 8.000 menjadi Rp 5.000 per ikat.

Sejumlah pedagang sayur di Pasar Basah Mandonga mengaku kenaikan harga tersebut sudah terjadi di tingkat distribusi. Pedagang mengambil sayur-sayuran di Pasar Baruga.

“Sayur itu mahal sekali waktu mau puasa. Kita saja setengah mati beli karena mahal sekali. Daripada tidak ada sama sekali, kita terpaksa ambil. Pembeli juga ada tapi semua mengeluh,” kata Risna, seorang pedagang sayur.

Sementara harga bawang merah saat ini Rp 35.000 per kg, mengalami kenaikan dari harga saat Ramadhan Rp 25.000 per kg. Untuk bawang putih, harganya masih tetap Rp 60.000 per kg.

“Sebenarnya kemarin harga bawang turun. Tetapi karena barang kosong, pembeli banyak yang cari jadi harga barang naik lagi,” kata Dahlan.

Cabe juga turun menjadi Rp 20.000 per liter, dari awal puasa Rp 50.000 per liter. Harga telur ayam ras juga masih bertahan antara Rp 35.000 sampai 45.000, tergantung ukuran. Sementara ecerannya Rp 2.000 per butir. (p14/aha)

To Top