Kasuistika

Hari Ini, Kasus Ribuan Lembar Upal Dolar Amerika Tahap Dua

Tiga tersangka kasus dugaan kepemilikan Upala Dolar Amerika Serikat. (FOTO:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Hari ini, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melimpahkan tersangka berikut barang bukti atau tahap dua, kasus dugaan kepemilikan ribuan lembar mata uang palsu (Upal) Dolar Amerika Serikat.

“Berkas tahap satunya sudah dintakan lengkap (P21) sebelum lebaran Idulfitri, dan besok (hari ini, red) akan dilakukan tahap dua ke Kejaksaan Tinggi Sultra,” ujar Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Senin (3/7).

Rencananya, sambung dia, penyidik Subdit II Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Eksus) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Sultra pada pagi hari.

Dolfi menamabahkan, selama proses penyidikan di Polda Sultra ketiga tersangka dilakukan penahanan oleh penyidik. Dan setelah proses penyerahan tahap dua, sepenuhnya akan menjadi kewenangan JPU.

“Setelah tahap dua, tugas penyidik kepolisian selesai. Selanjutnya menjadi keweanangan JPU,” terang perwira polisi dengan satu melati di pundak ini.

Diketahui, petugas Bandar Udara (Bandara) Halu Oleo Kendari menyita 2.899 lembar uang palsu. Uang asing, Dolar Amerika Serikat, diamankan dari tas tersangka Siswanto (52) yang hendak menuju Jakarta pada 4 Mei 2017 sekira pukul 17.15 Wita.

Uang tersebut pada awalnya diakui sebagai milik tersangka Pasotinggi yang saat itu juga berada di bandara mengantar Siswanto. Pasotinggi merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Balai Wilayah Sungai, juga langsung diciduk.

Selanjutnya, pihak Bandara Halu Oleo Kendari menyerahkan kasus ini ke Polda Sultra. Hasiln pengembangan, polisi meringkus satu tersangka lagi, yakni Sahrudin SKM Mkes (42) yang tidak lain oknum dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Pengakuan ketiga tersangka, upal tersebut diperoleh dari seseorang bernama Rahmad Wahyudin alias Abah Surya, warga asal Cimahi Jawa Barat. (man)

To Top