Lingkar Sultra

MISTIS Tegangnya Perburuan Bambu Petuk di Ladongi

ABDUL RAHIM/BERITA KOTA KENDARI
PARANORMAL Mang Kibro usai mengikuti cahaya panjang yang berujung pada sebuah rumpun bambu di Kelurahan Welala, Kecamatan Ladongi, Kolaka Timur, Sabtu malam (1/7) lalu. Foto lainnya menunjukkan bambu yang ruasnya berdekatan.

Mistisisme masih sangat melekat dalam keseharian masyarakat timur. Benda-benda mistis berupa pusaka atau mustika masih sering dicari. Di Kolaka Timur, tepatnya di Welala, Ladongi, Berita Kota Kendari sempat terlibat langsung dalam pencarian benda mistis ini.

Laporan : Abdul Rahim

Sabtu malam (1/7) sekitar pukul 23.00, cuaca di Tirawuta nampak cerah. Bulan baru telah muncul, dengan taburan bintang di sekelilingnya. Mang Kibro (42) beserta enam rekannya, tampak bersiap-siap menapaki jalan desa menuju sebuah rumpun bambu di Welala.

Lelaki bertubuh tinggi besar dan berambut gondrong ini memang dikenal sebagai paranormal yang hobi berburu benda-benda mistis. Dia mengaku sudah memiliki Mustika Tanduk Kucing, Mustika Batu Lipan, serta benda-benda mistis lainnya.

Dua jam sebelumnya, Berita Kota Kendari mendapatkan informasi tentang adanya perburuan makhluk gaib oleh seorang paranormal di sebuah tempat di Ladongi. Namun saat bertemu dengan Mang Kibro dan rekan-rekannya, ternyata informasinya keliru.

Malam itu, Mang Kibro punya misi mencari Bambu Petuk, bambu yang ruasnya saling bertemu, di Ladongi. “Makhluk gaib hanya perantara untuk menemukan pusaka dan mustika,” kata Mang Kibro kepada Berita Kota Kendari.

Saat menapaki jalan menuju ke tujuan, Mang Kibro bercerita tentang Bambu Petuk tersebut. Dia percaya, Bambu Petuk ini punya banyak manfaat. Namun yang paling terkenal adalah manfaatnya untuk mendatangkan rezeki. Rezeki yang sangat melimpah, katanya.

“Bambu Petuk banyak sekali yang incar karena khasiatnya banyak sekali. Bisa bikin penglaris, melimpahkan rezeki, gampang naik pangkat dan banyak lagi khasiatnya,” katanya.

Karena itu, sambung dia, ada orang yang rela mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah demi mendapatkan potongan Bambu Petuk tersebut. Maka jangan heran, jika yang incar benda mistis itu rata-rata pengusaha papan atas sampai pejabat elit perusahaan raksasa hingga pejabat negara.

Akhirnya, Mang Kibro dan timnya sampai di hadapan sebuah rumpun bambu yang lebat. Jujur saja, suasananya sangat mencekam. Apalagi malam semakin gelap, dingin dan sudah jauh dari permukiman warga. Namun Mang Kibro tampak santai.

Mang Kibro kemudian duduk bersila dan tampak menjalankan ritual tertentu. Satu batang rokok lalu dibakarnya dan diletakkan di bawah. Di sinilah ketegangan dimulai. Bara rokok itu nampak membara seperti ada yang menghisapnya.

Dari situ, Mang Kibro berdiri dan menuju ke rumpun bambu selanjutnya lalu melakukan hal yang sama. Setelah itu, berdiri lagi lalu menuju rumpun bambu ketiga. Ketiga rumpun bambu ini agak berjauhan jaraknya.

Pada ritual ketiga inilah, terjadi sebuah peristiwa di luar nalar yang terjadi. Ada cahaya putih memanjang yang tiba-tiba muncul di udara. Cahaya itu berjalan cepat dan sesekali menghilang, lalu muncul lagi. Mang Kibro kemudian mengikutinya.

Sayangnya, Berita Kota Kendari yang coba mengambil gambar cahaya memanjang itu tak berhasil mendapatkan gambar berkualitas bagus. Masalahnya, kamera yang dipakai hanya kamera ponsel berkekuatan 5 megapiksel.

Cahaya panjang itu muncul lagi saat mendekati rumpun bambu yang pertama kali didatangi. Masuk ke sela-sela himpitan bambu, lalu menghilang.

Mang Kibro kemudian mengambil headlamp (senter kepala) dan menyenter ke bagian tengah. “Itu dia bambunya. Tapi bentuknya hanya mirip,” kata Mang Kibro sambil menunjukkan sebuah batang bambu dengan senternya.

Bentuk bambu itu memang ganjil dibandingkan bambu di sekitarnya. Ada ruasnya yang sangat berdekatan. Namun tidak seperti bambu petung lain yang bertebaran di internet, bambu ini tidak mengeluarkan ranting.

Mang Kibro kemudian melakukan ritual khusus lagi. Setelah selesai, dia kemudian membaluri bambu yang akan diambilnya dengan minyak khusus. Seorang anggotanya lalu mengambil geregaji besi dan mulai memotongnya.

Proses pemotongan ini sendiri tidak berjalan lancar. Mang Kibro berkali-kali memberi petunjuk kapan harus mulai menggergaji, kapan harus berhenti. Setelah 30 menit, barulah bambu yang punya dua ruas berdekatan itu selesai dipotong. Panjangnya sekitar 70 cm.

“Kalau dilihat, ini memang hanya mirip bambu petung. Tapi tetap punya khasiat. Saya harus puasa dulu untuk mengetahui lebih dalam tentang khadam dan khasiatnya,” kata Mang Kibro.

Misi pencarian bambu petung ini pun selesai dua jam berikutnya. Sekitar pukul 02.00, tim meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing. (*/aha)

To Top