Jalur Mudik Konut dan Sulteng Makin Parah – Berita Kota Kendari
Headline

Jalur Mudik Konut dan Sulteng Makin Parah

Suasana di Titik kerusakan jalan terberat di desa Paku Jaya, Konawe, Senin (19/6). Kerusakan parah di jalan ini mengakibatkan antrian panjang kendaraan setiap hari. Foto : VELY/BKK

WANGGUDU, BKK – H-7 lebaran Idul Fitri, Jalur mudik di poros Pohara-Asera sepanjang kecamatan Morosi Kabupaten Konawe masih rusak berat. Di desa Paku Jaya, kendaraan roda empat harus mengantri. Medan yang sangat sulit dan sistem satu jalur adalah penyebabnya.

Untuk mengatur jalannya kendaraan yang tengah mengantri pihak TNI AD pun nampak turun tangan. Sekira 10 personil dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1417-09 Sampara disiagakan dibeberapa titik yang memiliki tingkat kerusakan parah.

Salah satu anggota Koramil Sampara yang ditemui dilokasi, Sopian mengatakan kehadiran personil TNI AD yakni untuk mengatur dan mengamankan lokasi antrean. Demi mengantisipasi terjadinya saling serobot antar kendaraan.

“Ada sekitar 10 anggota yang turun. Kita atur kendaraan yang mengantri supaya tidak terjadi lagi seperti yang lalu. Ada yang antri sampe tiga hari karena tidak diberikan kesempatan lewat oleh pengendara lain,” jelas Sopian, Senin (19/6).

Personil TNI AD yang terdiri dari beberapa Bintara Bina Desa (Babinsa) itu disebar di tiga titik. Salah satu diantaranya, ditanjakan panjang di desa besu. Dijalur itu, kondisi jalan sangat licin dan berlumpur. Kendaraan yang menuju Asera sangat kesulitan melewati tanjakan ini.

“Di besu ada dua yang siaga. Ada juga yang berjaga di dekat SDN Paku karena disana juga rusak. Kita belum tau sampai kapan kita berjaga disini. Ini adalah perintah. Kalau ada perintah lanjutan maka kita laksanakan,” ujar Sopian.

Meski dalam kondisi rusak parah, jalan nasional penghubung dua provinsi (Sultra-Sulteng) di kecamatan Morosi kabupaten Konawe ini rupanya masih belum mampu menyedot perhatian pemerintah. Padahal, jalan ini sangat ramai dilalui oleh kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas.

Pada kerusakan dibeberapa titik jalan, hanya nampak masyarakat setempat yang berupaya memperbaiki dan mengarahkan kendaraan dengan mengharapkan imbalan dari pengguna jalan.

Kerusakan jalan diwilayah ini sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Pengerjaan penurunan badan jalan sejak 2015 lalu ditenggarai merupakan penyebab kerusakan tersebut. (cr12/lex)

To Top