Headline

Air Mata, Iringgi Pamit Rusda dan Keluarga

Luis/BKK
Rusda Mahmud memberikan sambutan perpisahan kepada jajaran ASN Kolut.

LASUSUA, BKK –Mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Kolaka Utara (Kolut), dua priode, Rusda Mahmud berpamitan secara langsung dengan seluruh pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolut.

Meskipun masa jabatanya telah berakhir Minggu (18/6), namun momen perpisahan bersama Rusda Mahmud baru digelar Senin (19/6) di Lapangan Aspirasi Kompleks Perkantoran Pemkab Kolut, usai pelaksanaan upacara rutin ASN Kolut.

Acara yang dipimpin Plt Bupati Kolut, Drs Iskandar MM, Rusda Mahmud diminta kesediaan untuk menyampaikan wejangan dan sepatah kata di hadapan seluruh pejabat dan ASN yang hadir.

Momen perpisahan tersebut diwarnai suasana haru, seluruh pejabat dan ASN yang hadir tampak meneteskan air mata menandai berakhirnya masa jabatan sang maestro pembangunan Kolut.

Dalam kesempatan tersebut, Rusda Mahmud yang membawah serta istri dan anak-anaknya melontarkan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada segenap masyarakat Kolut serta para pejabat dan ASN lingkup Pemkab Kolut yang menjadi mitra kerjanya selama 10 tahun.

“Saya atas nama Rusda Mahmud beserta keluarga besar mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada saudara-saudara saya sekalian, khususnya para PNS ataupun honorer yang telah membantu saya dalam melaksanakan tugas dan kewajiban saya sebagai Bupati selama 10 tahun,” ungkap Rusda.

“Dalam kebersamaan kita selama ini tentu ada suka dan duka, ada canda dan tawa, dan sebagai manusia biasa saya tentu tidak luput dari salah dan dosa. Sebab itu dalam kesempatan ini saya bersama keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya, jika selama ini ada kata-kata dan tindakan yang kurang berkenan di hati bapak ibu sekalian, ataupun ada janji yang belum tertunaikan,” katanya.

Usai menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf, figur Bakal Calon (Balon) Gubernur Sultra ini menyempatkan mengungkapkan sekilas suka duka, pesan dan kesan serta sekelumit tentang sulitnya memangku jabatan sebagai seorang pejabat publik.

“Sejak saya dilantik sebagai Bupati saya berusaha memahami makna konsep jabatan publik, yang kesehariannya melakukan tindakan dan mengambil keputusan yang semua dimensinya untuk kepentingan rakyat. Sehingga sejak hari pertama saya dilantik saya berusaha membuat garis antara kepentingan pribadi dan kepentingan orang banyak, itulah yang menjadi modal awal saya menjadi pejabat publik,” papar Rusda.

Menurutnya, kekuasaan tanpa adanya pengendalian dan sistem pengawasan internal dan eksternal yang baik, akan sangat mudah menggelincirkan seseorang ke arah negatif bahkan sampai ke arah korupsi.

“Disitulah bagaiaman kita harus membuat garis pembatas yang sangat disiplin terutama disiplin pada diri sendiri, dan menanamkan dalam pikiran dan perasaan kita untuk menjalankan tugas dengan penuh perhitungan dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Di akhir momen perpisahan tersebut, Rusda Mahmud menyempatkan membacakan sebuah puisi perpisahan serta berjabatan tangan dengan seluruh pejabat dan ASN lingkup pemkab Kolut yang hadir, momen ini tampak berselimut suasana haru, seluruh pejabat dan ASN yang hadir tampak bergantian memeluk sosok pemimpin idaman sembari meneteskan air mata. (cr11/lex)

To Top