Tina Nur Alam Maju di Pilgub, Ridwan: Itu Bukan Dinasti – Berita Kota Kendari
Suksesi

Tina Nur Alam Maju di Pilgub, Ridwan: Itu Bukan Dinasti

Ridwan Bae

KENDARI, BKK – Keputusan Tina Nur Alam untuk maju bertarung di Pemilihan Gubrenur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2018, mendapat dukungan dari

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir Ridwan Bae.

Menurut Ridwan, majunya istri Gubernur Sultra, Nur Alam tersebut bukanlah bentuk politik dinasti. Sebab, dalam pilkada yang memilih dan menentukan adalah masyarakat.

“Dinasti itu adalah sesuatu yang ditunjuk. Ibarat saya seorang raja atau seorang gubernur, saya tunjuk istri saya menjadi wakil gubernur atau menjadi gubernur. Tetapi bilamana dia dipilih oleh rakyat, ditawarkan kepada rakyat, kenapa tidak, itu bukan dinasti,” tegas Ridwan saat ditemui usai buka puasa bersama pada salah satu hotel ternama di Kota Kendari, Sabtu (17/6).

Dikatakannya, keputusan Nur Alam mendukung Tina untuk menjadi calon penggantinya nanti, tentu karena gubernur dua periode tersebut memandang istrinya layak untuk menjadi Gubernur Sultra

Disinggung soal persiapannya yang juga akan bertarung di Pilgub Sultra nanti, Ridwan secara tegas menjawab sudah sangat siap. Pada Agustus mendatang, ia akan menurunkan lembaga survey untuk mengetahui elektabilitasnya sendiri.

“Saya akan survei diri saya di akhir Agustus karena sekarang masih tahapan pemasangan baliho, konsolidasi internal. Sesudah lebaran saya akan keliling Sultra untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa saya akan maju dan selalu mempersiapkan diri buat kepentingan rakyat Sultra,” tandasnya.

Ridwan menuturkan, bila nanti dirinya dipercaya untuk memimpin Sultra, ia berjanji akan mempersiapkan diri, waku, tenaga, dan pikirannya untuk kesejahteraan masyarakat.

Mengenai hasil surveinya nanti, bila hanya berbeda 15 persen dengan calon lain, ia mengaku akan tetap maju

“Ya kalau misalnya hanya berbeda lima sampai 15 persen dengan calon lain, saya pasti maju. Tapi kalau misalnya saya cuma 0,5 persen dan orang lain 50 persen, mau maju kaya apa juga itu, kira-kira kayak gitu,” pungkasnya. (man/nur)

 

To Top