Ridwan dan Tina Buka Puasa Bersama – Berita Kota Kendari
Headline

Ridwan dan Tina Buka Puasa Bersama

Ir Ridwan Bae duduk berdampingan dengan Tina Nur Alam saat buka puasa.

KENDARI, BKK – Situasi politik di daerah ini menjelang pemilihan gubernur semakin dinamis.

Ir Ridwan Bae mengaku senang bila nantinya bisa berpasangan dengan Tina Nur Alam dalam pertarungan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2018 mendatang.

“Secara jujur, kalau misalnya saya bisa pasangan sama Ibu Tina, saya dengan senang hati. Tetapi kondisi politik yang bisa menentukan, itu tidak bisa kita mengklaim saya harus mau dengan Ibu Tina, dan Ibu Tina harus mau dengan saya, kan tidak mungkin,” ujar Ridwan saat ditemui usai acara buka puasa bersama di salah satu hotel ternama di Kota Kendari, Sabtu (17/6).

Ketua DPD I Golongan Karya (Golkar) Sultra ini, belum memastikan siapa nama pasanagn ideal untuk memenangkan pertarungann nanati. Karena, menurut Ridwan, wakil itu kadangkala lebih berada pada detik-detik titik kritis, yaitu manakala orang-orang itu sudah tidak mendapat dukungan untuk nomor satu.

“Karena mungkin soal partai atau mungkin elektabilitasnya, baru kita mencari, baru kita mulai ketemu di situ. Saat ini kita biarkan saja, yang pasti kalau saya tidak akan mau nomor dua, tapi kalau yang lain bisa saja,” katanya.

Sebab, bisa saja pada pada awalnya ngotot nomor satu namun dalam perjalanannya sudah tidak ada ruang, sehingga di nomor dua pun mau. Hal itu, sebut dia, banyak terjadi pada pengalaman-pengalaman sebelumnya.

Ridwan menambahkan, dirinya tidak menginginkan pasangannya nanti hanya untuk membawa untuk mencukupi kursi partai. Itu hanya sebagai alternatif, namun yang lebih penting harus didukung dengan elektabilitas pribadi.

“Yang ada jangan misalnya yang penting bawa partai tapi orang ini sama sekali tidak dikenal dan tidak punya investasi politik. Pada akhirnya hasil survei, dan tentu juga orang-orang yang mau, saya belum bisa mengklaim bahwa orang sudah mau dengan saya sekarang, belum tentu, kita tunggu saja,” tandasanya.

Menanggapi kemesraannya dengan Gubernur Sultra Nur Alam, Ridwan mengaku tidak pernah bersalah paham atau menyudutkannya selama memimpin Sultra 10 tahun.

“Saya berpolitik dengan Nur Alam tetapi hanya berpolitik pada aspek persoalan pembangunan karena dia (Nur Alam) Ketua PAN Sultra, dan pada waktu itu dan saya Ketua Golkar Sultra. Tentu pasti ada perbedaan-perbedaan pandangan dalam persoalan pembangunan Sultra ataupun politik, tapi pada faktor-faktor yang lain saya tidak mau, saya tetap menjaga hubungan (baik) itu,” tandasnya.

Artinya, sambung Ridwan, jika ada faktor-faktor yang merugikan pribadi Nur Alam, dirinya tidak pernah berbicara. Dirinya hanya mengkrikit soal pembangunan

“Kalau menyangkut pribadi Nur Alam dan keluarganya, saya tidak pernah dan saya memiliki etika. Saya pikir bahwa harmonisasi itu muncul dari situ, saya pernah berbeda dengan Nur Alam tetapi perbedaan dalam aspek politik yang mendasar tapi tidak saling bagaimana saya mematikan Nur Alam,” pungkas Anggota DPR RI asal Sultra ini. (man)

To Top