Aparat Siap Buru Calo Tiket – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Aparat Siap Buru Calo Tiket

RAHA, BKK- Calo tiket akan menjadi perhatian khusus aparat keamanan dalam musim mudik tahun ini. Perdagangan tiket tanpa melalui loket ini sangat membahayakan keselamatan pelayaran karena bisa berdampak pada kelebihan muatan.

Untuk mengantisipasi maraknya calo tiket, aparat gabungan pun siap memburu siapa pun yang menjadi calo tiket. Aparat gabungan ini terdiri dari Kesatuan Pelaksana Pengalaman Pelabuhan (KP3) Raha, Polres Muna serta Kodim 1416/Muna.

“Kita nanti akan dibantu sama teman-teman dari Polres dan Kodim. Jumlahnya ada puluhan aparat,” kata Kepala KP3 Raha, Iptu Syahriddin.

Selain mengawasi pergerakan calo, KP3 juga akan intens menyampaikan informasi kepada masyarakat agar jangan membeli tiket melalui calo. Tetapi harus lewat loket yang disediakan.

“Dalam rapat bersama, kita berusaha akan membuka loket yang nyaman bagi calon penumpang.

Diharapkan tidak ada lagi yang membeli tiket lewat calo,” katanya.

Untuk mengatasi masuknya calo di Pelabuhan Raha, pihaknya telah mendirikan posko terpadu yang terdiri dari Polri/ TNI, Dinkes Muna, Dishub Muna dan instansi terkait lainnya. “Ada 30 personil aparat keamanan yang kami siapkan di posko terpadu itu. 12 orang dari KP3 Raha, 18 orang dari Polres Muna dan 5 orang dari TNI. Tapi jika situasinya nanti meningkat, TNI akan menambah kekuatan personilnya,” tambah IPTU Syahriddin.

Selain calo tiket, aparat gabungan juga memperketat aktivitas bongkat muat barang penumpang. Dalam hal ini, seluruh buruh atau pekerja pelabuhan diminta melengkapi diri dengan identitas, terutama baju seragam.

“Buruh TKBM wajib menggunakan pakaian seragam saat bertugas. Kalau tidak menggunakan baju seragam, tidak akan kami perbolehan mereka masuk ke kapal penumpang. Hal ini kami lakukan agar para pemudik aman, nyaman dan selamat tiba ditujuan,” kata mantan Kasat Intel Polres Muna ini.

Di tempat terpisah, Syahbandar Pelabuhan Raha, Nazaruddin mengingatkan penumpang bahwa membeli tiket pada calo sangat merugikan. Salah satunya, penumpang tidak akan tercatat pada manifes sehingga tidak akan mendapatkan asuransi kecelakaan.

“Kalau lewat loket resmi, akan dapat asuransi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan tidak ada lagi penjualan tiket nonsit (tanpa tempat duduk). Seluruh tiket hanya dijual sesuai kapasitas tempat duduk kapal. Jika sudah tidak ada tempat duduk yang tersedia, tiket tak boleh dijual dan kapal harus berangkat.

“Saya sudah sampaikan pada loket penjual tiket, agar tidak menjual tiket non sit. Jika kedapatan, saya minta KP3 Raha proses hukum saja,” kata Nazaruddin. Sedangkan terkait buruh TKBM yang banyak dikeluhkan penumpang karena selalu melompat dan main terebos ke dalam kapal, pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Ketua TKBM sudah diminta untuk memecat anggotanya yang terbukti main terobos.

“Terkait masalah ini, saya sudah sampaikan kepada ketua TKBM yang baru, jika buruh kedapatan melakukan seperti itu, maka dipecat saja karena ini terkait faktor keselamatan penumpang,” tegasnya. (r1/aha)

 

To Top