Yang Muda Mengalahkan Dua Profesor – Berita Kota Kendari
Headline

Yang Muda Mengalahkan Dua Profesor

Rektor terpilih Dr Zamrun (Tengah) Ketua Senat (ujung kiri) Kementerian Sekretaris Jenderal Dirjen Kelembagaan Dr Agus Indarjo (kedua dari kiri), Mantan rektor UHO Prof Usman (ujung kanan) dan Plt rektor UHO Prof Supriadi Rustad (kedua dari kanan.

KENDARI, BKK – Proses pemilihan rektor Universitas Halu Oleo (UHO) dengan melibatkan suara Menteri Ristek Dikti akhirnya terlaksana juga, Jumat (16/6) siang. Hasilnya Dekan FMIPA, Dr Muh Zamrun F terpilih memperoleh 71 suara mengungguli Prof Buyung Sarita yang hanya meraih 61 suara dan Prof La Sara 16 suara.

Dengan kemenangan ini secara realitas, Dr Muh Zamrun sebagai calon termuda mampu mengalahkan dua guru besar.

Perolehan suara ketiga calon rektor diperoleh dari penjumlahan suara anggota senat dan suara Menristek Dikti. Dalam pemilihan itu, dari 101 anggota senat hanya 96 orang yang menyalurkan suaranya.

Catatan di absesi di meja panitia pilrek menyebutkan, dua anggota senat tidak hadir karena izin melaksanakan umrah, dua izin karena sakti, serta satu orang meninggal dunia. Kelima anggota senat yang tidak menyalurkan suaranya yakni La Ode Sabaruddin, Muh Syafa Abdullah, Mursiddin dan Ratna Supiyah. Sementara satu anggota lainnya Akbar Kurdi telah meninggal dunia.

Sehingga jika total keseluruhan adalah 184 suara maka suara menteri yang berjumlah 35 persen setara dengan 88 suara.

Kemenangan Muh Zamrun bagi sebagian kalangan cukup mengagetkan, karena sebelum pilrek berlangsung sudah ada pihak yang mengklaim dirinya akan menang. Pada saat pemilihan di tingkat senat, Zamrun hanya meraih 40 suara atau kalah 3 suara dari Prof Buyung Sarita yang meraih 43 suara dan Prof La Sara hanya 9 suara.

Dari proses pemilihan yang berlangsung tertutup bagi media, calon rektor yang pertama tiba di ruang rapat senat yakni Dr Zamrun pada pukul 13.16 Wita, disusul Prof La Sara pukul 13. 37 Wita, dan Prof Buyung datang pada pukul 13.42 Wita.

Ketua Panitia Pilrek Hilalludin Hanafi, Ketua Senat Aminuddin Mane Kandari, Sekretaris Panitia Pilrek Rafiudin, Plt Rektor UHO Supruadi Rustad dan Sekretaris Jenderal Dirjen Kelembagaan Dr Agus Indarjo yang mewakili menteri masuk secara bersamaan usai ketiga calon memasuki ruangan pada pukul 13. 42 Wita.

Ruangan senat mulai ditutup sekitar pukul 13.45 Wita dan dibuka selesai menetapkan kandidat yang menang dalam pertarungan Pilrek UHO pada pukul 17. 14 Wita.

Usai Pilrek, Plt Rektor UHO Prof Supriadi Rustad mengatakan proses pemilihan rektor periode 2017-2021 berjalan dengan lancar dan berlangsung secara demokratis, prosedur yang sesuai dengan aturan dan tahapan sudah dijalani dengan baik.

“Dengan berakhirnya pemilihan rektor hari ini semoga media cetak dan elektronik dapat menyebar luaskan kepada masyarakat bahwa prosedur yang dijalankan berjalan dengan demokratis dan berbagai tahapannya berjalan dengan sangat baik,” ujar Prof Supriadi Rustad.

Ia menjelaskan, perolehan suara sampai perhitungan suara terakhir yakni Dr Zamrun mendapatkan perolehan suara terbanyak yakni 71 suara, diikuti Prof Buyung Sarita mendapatkan 61 suara dan Prof La Sara mendapatkan 16 suara sehingga total suara keseluruhan adalah 148 suara.

“Ini merupakan kerja senat dan menteri. Menteri tidak boleh mempengaruhi suara senat dan menyuruh Plt rektor untuk menggiring-giring dan menginterfensi suara menteri untuk memihak salah satu figur calon, itu tidak boleh karna tidak mempunyai kepentingan,” ujarnya.

Ia menuturkan, dengan hasil yang didapatkan dalam Pilrek dengan kemenangan Dr Zamrun segera akan dilaporkan di Kemenristekdikti dan melakukan proses pelantikan secepatnya.

“Untuk masalah alokasi suara yang dilakukan Kemenristekdikti saya tidak mengetahui dan saya tidak perlu tahu bagaimana alokasinya, tugas saya sebagai Plt menata sistem pemilihannya dan mengawal pelaksanaan trtidarma agar berjalan dengan lancar,” katanya.

Katanya, dengan terpilihnya rektor terpilih tersebut Plt rektor sudah melakukan pendataan terhadap simbol-simbol masalah yang berada di UHO.

“Masalah tersebut sudah saya petakan dan sebagian saya sudah mengerjakan tapi belum selesai dan sebagian harus di inisiasi sejumlah persoalan yang ada di UHO agar segera diselesaikan,” katanya.

Sementara Ketua Senat UHO Dr Aminudin Mane Kandari menuturkan dengan terpilihnya rektor tersebut panitia selanjutnya melakukan proses pengajuan pelantikan secepatnya.

“Panitia secepatnya akan meminta dilakukannya proses pelantikan karna kita sudah terlalu capek mengurus Pilrek ini, hampir satu tahun kita berjuang untuk mensukseskan Pilrek ini dan alhamdullah hari ini sudah selesai,” ujarnya.

Lanjut Aminuddin, hari minggu berkas rektor terpilih tersebut sudah akan langsung dibawah ke Kantor Kemenristekdikti dan dua hari dari penyetoran berkas ia berharap sudah ada informasi mengenai jadwal pelantikan rektor dentatif UHO.

“Kalau bisa habis lebaran, karna waktu tersebut banyak waktu renggangnya bagus dimanfaatkan untuk dilakukannya pelantikan,” katanya.

Ia berharap semoga ini merupakan titik terakhir dari rentetan yang terjadi selama ini dan mudah-mudahan jadwal pelantikan sudah ada minggu depannya.

Selain itu, Rektor terpilih Dr Zamrun mengatakan bahwa sangat merasas baik dan senang dengan terpilihnya ia menjadi rektor untuk UHO periode 2017-2021.

“Semoga amanat yang saya emban ini dapat saya pertanggung jawabkan dan dapat mengemban tugas-tugas UHO agar semoga lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya dengan singkat.

Untuk diketahui, setelah ditetapkannya rektor terpilihnya Dr Zamrun masing-masing kandidat calon rektor UHO Prof Buyung Sarita dan Prof La Sara tersebut enggan berkomentar kepada awak media baik media cetak maupun media online.

Proses Pilrek UHO berlangsung dalam pengamanan ketat aparat kepolisian yang diturunkan sebanyak 259 personil.

Personil yang diturunkan terebut merupakan gabungan dari Polda Sultra, Polres Kendari, dan satuan Brimob.

Dr Muh Zamrun adalah lulusan SMA Negeri 1 Raha tahun 1991. Setamat SMA awalnya masuk kuliah di Fakultas Pertanian Unhalu pada jurusan Agronomi, namun pada tahun 1992 dia mengikuti program beasiswa TID, sehingga melanjutkan pendidikan S1 di FMIPA UGM pada jurusan Fisika.

Setelah menyelesaikan studi sarjananya dia melanjutkan pada program magister di universitas yang sama, hingga dalam jangka waktu dua tahun sudah meraih titel magister (MSi).

Setelah meraih gelar Magister Zamrun mengambil program doktor di salah satu universitas terkemuka di Jepang dan mampu menyelesaikan hanya dalam empat tahun.

Sepulang menyelesaikan doktor, Zamrun mengabdikan dirinya di Universitas Halu Oleo. Jabatan struktural pertamanya sebagai kepala Laboratorium Bahasa, setelah itu langsung terpilih sebagai Dekan FMIPA.

Hingga akhirnya menjelang berakhirnya masa jabatan Prof Usman Rianse sebagai rektor, Agustus 2016, Zamrun masuk sebagai salah satu kandidat rektor. (p12/lex)

To Top