Headline

Nelayan Tampo Tewas Didor Oknum Polisi

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan dan Irwasum Polda Sultra AKBP Sempana Sitepu saat memikul jenazah korban La Ode Fiu.

RAHA, BKK – Malang nian nasib La Ode Fiu (43) warga Tampo Kecamatam Napabalano Kabupaten Muna. Warga yang bekerja sebagai nelayan ini tewas di tembak oknum polisi Brigadir A, Jumat (16/6) sekitar pukul 03.00 di sekitar Pelabuhan Fery Tampo.

Menurut keterangan istri korban, Wa Ode Marlina (41), suaminya sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan petani. Pada siang hari dia bertani, dan malam hari memancing ikan.

Dia menceritakan, pada Kamis (15/6) sekitar jam 17.00 Witam suaminya minta izin mau mancing pakai koli kolinya. Tapi tiba-tiba Jumat (16/6) sekitar pukul 04.00 dini hari atau tepatnya habis sahur, betapa kagetnya mendapatkan informasi jika suaminya telah meninggal akibat dtembak.

“Ada yang kasih tahu saya, kalau suamiku mati ditembak oknum polisi. Kata anakku saat ditembak suamiku masih duduk dalam koli kolinya,” ujar istri korban sambil menangis kepada wartawan saat ditemui di RSUD Raha, Jumat (16/6) pagi.

Anak korban, La Ode Risman menceritakan, saat peristiwa naas menimpa bapaknya, dia sedang berada di atas kapal KM Rumbia yang sedang sandar di Pelabuhan Fery Tampo.

“Saya sempat dengar bunyi tembakan. Saya kaget, ada apa ribut ribu di kapal. Begitu saya turun, saya lihat bapaku yang tewas ditembak. Bapakku saat itu dia sedang mancing pakai perahunya dekat kapal fery KM Rumbia,” kata Risman yang juga bekerja di KM Rumbia sambil menangis di RSUD Raha.

Pantauan koran ini Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga, Irwasum Polda Sultra AKBP Sempana Sitepu, Kompol dr Mauluddin dokter foremsik Polda Sultra yang turun langsung dari Polda Sultra memantau kasus ini.

Wakapolres Muna Kompol Yusuf Mars, serta puluhan perwira polisi lainnya terlihat mengamankan proses operasi pengeluaran proyektil dari tubuh korban di ruang UGD RSUD Raha.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga berkilah penembakan terjadi karena ada laporan di Polsek bahwa transaksi bahan bakar minyak (BBM) ilegal dari kapal veri ke perahu.

“Anggota kami sudah berikan tembakan tiga kali agar aktifitas itu dihentikan. Tapi malah ada upaya korban mau melarikan diri. Hihgga anggota melakukan tindakan tegas dengan menembak korban,” jelas  Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga kepada sejumlah media di RSUD Raha.

Kapolres menambahkan, pelaku penembakan inisial Brigadir A sudah diamankan.

Di tempat terpisah Kompol dr Mauluddin yang mengoperasi korban mengatakan ada 1 luka pada tubuh korban.

“Kita cuma diperintahkan untuk mengangkat pragment logam yang ada pada tubuh korban. Ada satu luka pada korban yaitu pada punggung bagian kiri. Pragment logam itu bersarang pada rongga dada kiri korban dan sudah berhasil kita angkat. Jadi kematian korban ada hubungannya dengan pragment logam ini,” kata dokter forensik dari RS Bayangkara Polda Sultra ini kemarin di RSUD Raha.

Pantauan koran ini kemarin korban tiba di RDUD Raha sekitar pukul 6.00 dari Tampo dengan bersimbah darah. Namun tindakan operasi pengangkatan timah panas yang bersarang ditubuh korban sekitar pukul 11.00 setelah dokter forensik tiba dari Polda Sultrla.

Usai dioperasi korban setelah Sholat Jumat dibawa pulang ke Tampo untuk dimakamkan. Menariknya saat mayat hendak akan dikuburkan Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan dan Irwasum Polda Sultra AKBP Sempana Sitepu ikut memikul jenazah korban La Ode Fiu.(r1/lex)

To Top