Berburu Lailatul Qadar, Ratusan Jamaah Iktikaf di Masjid ICM Itikaf Ganjaran Pahalanya 50 Kali Haji – Berita Kota Kendari
Headline

Berburu Lailatul Qadar, Ratusan Jamaah Iktikaf di Masjid ICM Itikaf Ganjaran Pahalanya 50 Kali Haji

Jamaah yang melakukan itikaf.

KENDARI, BKK – Mamsuki 10 hari terakhir Bulan Suci Ramadan 2017, ratusan jamaah mulai melakukan iktikaf di Masjid Islamic Center Muaz Bin Jabal Jl H Abdurraf Tarimana Kambu Kendari, Kamis (15/6) malam.

Sejak Kamis (15/6) siang jamaah mulai berdatangan untuk mendaftarkan diri akan mengikuti itikaf. Termasuk di antaranya, jamaah wanita yang menggunakan lantai dua masjid bantuan dari Arab Saudi ini.

Saat berbuka puasa tiba, ratusan jamaah menikmati tajil berbuka yang disediakan panitia masjid. Bukan saja itu usai menjalankan shalat magrib berjamaah, para jamaah mendapatkan malam bersama.

Menurut panitia masjid, tajil berbuka dan sajian makan malam serta sahur berasal dari dermawan yang sengaja menyumbangkan rejekinya memberika maka jamaah melakukan itikaf. Selain dananya juga berasal dari sumbangan para jamaah yang melakukan itikaf.

Masjid ICM Kendari, satu-satunya masjid yang menyelenggarakan itikaf secara terorganisir, dibanding masjid lainnya di Kota Kendari. Kegiatan itikaf menjadi kegiatan rutin setiap tahun pada 10 hari terakhir Ramadan.

Selama melakukan itikaf, jamaah berzikir membaca alquran, melaksanakan sahalat berjamaah. Terlebih lagi pada malam hari jamaah masjid ICM melaksanakan shalat tarawih dan witir berjamaah dengan bacaan ayat alquran yang cukup panjang.

Sehingga waktu pelaksanaannya mulai dari setelah shalat isya hingga menjelang sahur.

Pimpinan ICM Kendari, Ust Zezen Zainal Mursalin LC selalu mengisi kajian Islam pada setiap bada shalat Ashar.

Ust Zezen Zainal Mursalin LC dalam khutbah Jumat (16/6) mengangkat tema tentang keutamaan atau fadilah dari itikaf selama 10 hari terakhir Ramadan di masjid.

Dia mengatakan, itikaf artinya berdiam diri di masjid. Sehingga itikaf itu hanya dilakukan di masjid bukan di rumah.

Dijelaskan, itikaf agar jamaah bisa mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar, karena malam Lailatul Qadar itu sama dengan seribu bulan dan hanya akan turun pada malam ganjil di 10 Ramadan terkahir.

Pada kesempatan itu, Ustad alumnus Madinah ini menyebutkan melaksanakan itikaf hanya karena mengharapkan ridha Allah swt sama pahalanya melaksanakan 50 kali haji.

“Kenaapa bisa? Karena selama itikaf, berarti sehari minimal melaksanakan 5 kali shalat berjamaah, sehingga kalau 10 hari berarti 50 kali,” katanya.

Dia kemudian mengutip salah satu hadist Nabi Muhammad Saw yang artinya “Barang siapa berjalan untuk shalat wajib berjamaah maka itu pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan ihram. Barang siapa berjalan untuk shalat sunnah maka itu seperti pahala umrah”.

Pada bagian dalam khutbahnya Ust Zenzen menyebutkan beberapa fadilah melaksanakan itikaf diantaranya orang mutakif akan terjaga dari perbuatan maksiat, akan dijauhkan dari neraka jahanam sejauh tiga parit. Menurut Al-Kandahlawi jarak satu parit itu lebih jauh dari pada jarak antara langit dan bumi.

Selain itu para mutakif akan dengan mudah dapat mendirikan shalat fardhu secara kontinu dan berjamaah.

Pada kesmepatan itu, Ust Zenzen juga menjelaskan secara jelas tentang amalan-amalan yang dilakukan selama melakukan itikaf.

Diantaranya, setiap kali selesai shalat berjamaah maka mutakif disunaahkan melakukan zikir, yakni mengucapkan tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali lalu ditutup dengan laillaha illalah wahdahu lasarikallah lalhul mulku wallahul hamdu wahuwa allah quli sain qadir.

Serta masih banyak lagi beberapa amalan lain selama itikaf yang menjadi jamaah yang melakukannya mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Jamaah yang melakukan itikaf di masjid ICM Kendari dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, akademisi, anggota TNI/Polri, hingga masyarakat biasa.(lex)

To Top