Kasuistika

Penyidik Agendakan Pemeriksaan Sejumlah Karyawan PT Telkom Kendari

KENDARI, BKK – Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang mengagendakan pemanggilan beberapa karyawan PT Telkom Kendari.

Mereka akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Presiden dan Kapolri lewat media sosial, Facebook (fb), yang melibatkan Nursalam (28), seorang pegawai Telkom Kendari.

“Selanjutnya, penyidik akan memeriksa orang-orang yang ada di lingkungan kerja tersangka,” ujar Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) pada Bidang Hubungan Masyarakat (Bihumas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Selasa (13/6).

Menurut Dolfi, pemanggilan beberapa orang saksi yang ada di lingkungan kerja Nursalam dinilai penting, sebab hasil berita acara pemeriksaan (BAP) para saksi akan menjadi salah satu kelengkapan berkas tersangka.

Dia mengungkapkan, dalam kasus ini penyidik telah memeriksa sedikitnya lima saksi, termasuk ahli bahasa. Lainnya, yakni dua saksi pelapor dan dua saksi yang pernah mengomentari postingan provokatif Nursalam.

Nursalam, warga Jalan Anawai Kelurahan Anawai Kecamatan Wuawua Kota Kendari ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan di Rumah Tahan (Rutan) Polda Sultra.

Nursalam ditetapkan sebagai tersangka dugaan penghinaan atas nama Presiden, Kepala Kepolisan Republik Indonesi (Kapolri), dan salah satu partai politik (parpol).

Kemudian, sejumlah postingan tersangka berisi isu suku, agama, ras, dan antagolongan (sara).

Tersangka dijerat Pasal 45a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE) dengan ancaman pidana enam tahun penjara. (man/iis)

To Top