Bos PT DMS Mangkir dari Panggilan Polda – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Bos PT DMS Mangkir dari Panggilan Polda

 

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah melakukan penyelidikan kasus dugaan pelanggaran kehutanan yang melibatkan PT Dwi Multiguna Sejahtera (DMS).

Pasalnya, perusahaan tambang yang terletak di Desa Tokowuta Kecamatan Wawolesea Kabupaten Konawe Utara (Konut) ini, ditengarai tidak mengantongi izin saat melakukan penimbunan hutan mangrove.

Sehingga, pada pertengahan Mei 2017 lalu, penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra langsung turun memasang garis polisi. Hingga kini, penyelidikannya masih tetap berlanjut.

Bahkan, untuk memastikan ada tidaknya izin atas penimbunan mangrove, penyidik telah memanggil Direktur PT DMS Linda bersama dengan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT DMS Ajib Wangkot Santosa.

Keduanya diundang untuk memberikan klarifikasi di depan penyidik pekan lalu. Sayang, Linda mangkir dengan alasan sedang sakit, sementara Ajib tanpa memberikan keterangan jelas.

“Dia (Linda) meminta diberikan waktu untuk memberikan klarifikasi selesai lebaran Idulfitri ini,” terang Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Erfianto SIK, Selasa (13/6).

Perwira polisi dengan dua melati di pundak menuturkan, penimbunan mangrove terjadi karena PT DMS sedang membuka akses menuju pelabuhan khusus (jetty). Hanya saja, untuk tembus ke jetty harus melewati dan menimbun kawasan hutan mangrove.

“Hasil pantauan kami di lokasi, faktanya ada mangrove tertimbun, tapi belum diketahui ada izin atau tidak. Sehingga penting untuk diilakukan klarifikasi terhadap perusahaan,” pungkas Didik. (man/iis)

To Top