Tony Sarankan Baznas Koltim Studi Banding – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Tony Sarankan Baznas Koltim Studi Banding

ABDUL RAHIM/BERITA KOTA KENDARI
BUPATI Koltim Tony Herbiansyah menyampaikan sambutan saat pengukuhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan Rakerda Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Koltim, kemarin.

TIRAWUTA, BKK- Bupati Kolaka Timur (Koltim), Tony Herbianayah menyarankan pengurus Badan Amil Zakat Nasional Koltim untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Menurut bupati, Bulukumba termasuk yang berhasil mengelola zakatnya dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Hal ini, disampaikan Bupati saat mengukuhkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan dan SKPD se-Koltim sekaligus membuka Rakerda Baznas Koltim 2017, di Aula Kecamatan Tirawuta, Senin (12/6).

Tony berharap, zakat yang dihimpun dari orang yang mampu bisa dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.

“Mulai tahun ini, zakat di Kolaka Timur harus dikelola dengan baik. Baik di tingkat desa maupun keluarahan, harus tertib administrasi agar bisa dipertanggungjawabkan dengan baik pula,” tutur Tony
Di tempat terpisah, Kabag Kesra Koltim, Ayi mengatakan ukuran zakat fitrah untuk Koltim mengacu pada hasil sidang Majelis Ulama Indonesia Koltim. Yakni beras 3,5 liter per jiwa atau dalam bentuk uang Rp 8.000 per liter, ditambah infak Rp 2000.

“Jika diuangkan, Rp 30.000 per jiwa,” katanya.

Bagi yang mengonsumsi sagu sebagai makanan pokok, juga bisa mengeluarkan zakat sagu dengan ukuran yang sama dengan beras, yakni 3,5 liter per jiwa. Namun berbeda jika diuangkan, karena harga pasaran sagu hanya Rp 5.000 per liter.

“Kalau zakatnya sagu diuangkan, ditambah infak Rp 2.000, maka jumlah yang harus dikeluarkan per jiwa Rp 20.000,” katanya.

Ada juga zakat untuk pengkonsumsi jagung. Jumlahnya juga 3,5 liter per jiwa. Jika diuangkan hitungannya sama dengan sagu, yakni Rp 20.000 per jiwa.

Sedangkan nilai fidyah Tahun 1438 H atau 2017 adalah makanan pokok dinilai dengan uang standar makanan yang mengenyangkan sebesar Rp 20.000 per hari. “Tinggal dikalikan dengan jumlah hari yang ditinggalkan karena adanya uzur syar’i,” jelas Ayi.

Dia berharap agar zakat fitrah bisa disalurkan paling lambat H-5 lebaran agar bisa segera digunakan bagi yang berhak menerima atau mustahik. Adapun infak, akan ditangani oleh Baznas Koltim untukpenyalurannya.

“Bisa dialokasikan untuk anak sekolah dari keluarga kurang mampu, atau yang terkena bencana alam, dan bakti sosial lainnya.” lanjut Ayi.

Jika sesuai dengan perkiraaan, zakat fitrah yang terhimpun di tahun ini bisa mencapai Rp 2 miliar. Dia berharap dana zakat yang terkumpul sesuai dengan harapan. (cr8/aha)

To Top