Sjafei Kahar Tidak Dianggap Kader Golkar Lagi – Berita Kota Kendari
Suksesi

Sjafei Kahar Tidak Dianggap Kader Golkar Lagi

KENDARI, BKK – Mantan Bupati Buton dua periode, LM Sjafei Kahar yang juga merupakan bakal calon (balon) wakil gubernur (wagub) saat ini sudah tidak dianggap lagi sebagai kader golkar.

Tidak dianggapnya LM Sjafei Kahar karena dalam rumah tangga seorang kader yang bergabung dengan partai politik diluar Partai Golkar sudah tidak dianggap lagi. Kesepakatan itu dilahirkan pada saat Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar beberapa waktu lalu.

” Sudah diputuskan dalam Munas kemarin siapa saja kader yang dalam satu rumah tangga mengikuti kader partai lain maka sudah tidak dianggap sebagai kader golkar,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sultra, Muh Basri, Minggu (11/6) malam.

Dikatakannya, sehingga saat ini Sjafei bukan lagi menjadi kader golkar karena istrinya (Hj Wa Ode Salmatiah Sjafei Kahar) itu merupakan kader Partai Demokrat serta anaknya Agus Feisal Hidayat (Agus Sjafei) adalah kader PDIP.

Ia menambahkan, meski tanpa mengeluarkan surat keputusan (SK) secara resmi bahwa balon wagub pasangan dari Bupati Kolaka Utara (Kolut) Rusda Mahmud itu, sudah tidak dianggap lagi sebagai kader Partai Golkar.

“Biar tidak dibuatkan SK-nya tetapi dengan bergabungnya istri dan anaknya di partai lain secara otomatis dia (Sjafei red) keluar dari Partai Golkar. Karena bagaimana caranya dia ingin membesarkan partai sementara dalam rumahnya saja ada kader lain,” tegasnya.

Dijelaskannya, mengenai pernyataan Sjafei Kahar yang nantinya bakal mendaftarkan diri di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk maju mencalonkan diri sebagai calon wagub dikarenakan DPD I Partai Golkar Sultra tidak membuka penjaringan. Dirinya memastikan bahwa DPP tetap akan menolaknya dengan alasan penjaringan itu tetap akan dikembalikan kemasing-masing daerah.

“Meskipun dia daftarkan diri di DPP tetapi pasti akan ditolak karena semua keputusan itu semua akan dikembalikan ke DPD I Partai Golkar Sultra. Hal itu sesuai dengan mekanismenya serta semua keputusan partai itu mulai dari tingkatan paling bawah sesuai dengan keputusan bersama kemarin,” jelasnya.

Selain itu, sambungnya, keyakinan lainnya bahwa Sjafei tidak bakal diusung melalui Partai Golkar dikarenakan keinginan Sjafei untuk tampil dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra bukan menjadi 01 melainkan menjadi 02. Sementara keinginan Partai Golkar yang merupakan partai terbesar bukan akan mengusung calon wakil melainkan calon gubernur.

“Golkar itu butuh 01 bukan mau menjadi 02 seperti keinginannya. Ditambah lagi saat ini jumlah kursi di DPRD Sultra golkar itu memiliki 7 kursi sebagaimana tinggal tambah dua kursi lagi agar bisa mengusung calon,” pungkasnya. (m2/lex)

To Top