Kasuistika

Selain Arnold Lili, Kejati Juga Belum Temukan Fachlawi Mujur

KENDARI, BKK- Selain Arnold Lili, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) juga telah menetapkan Kepala Biro Administrasi Keuangan PT PLM, Fachlawi Mujur ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Fachlawi sendiri menjadi DPO setelah ditetapkan kembali sebagai tersangka pada kasus dugaan penunggakan pembayaran royalti PT PLM di tahun 2012-2015, yang merugikan negara hingga Rp 9 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra Janes Mamangkey ditemui di ruangannya menjelaskan, Senin (12/6), hingga kini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap Fachlawi Mujur.

“Meski keberadaannya belum kita ketahui pasti di mana, namun kami tetap masih melakukan pencarian terhadap tersangka,” terangnya.

Berdasarkan hasil laporan, lanjut dia, dari tim yang dibentuk untuk melakukan pelacakan terhadap keberadaan tersangka, diketahui jika saat ini tersangka tidak lagi di Sultra.

“Informasi terakhir yang kita dapat, tersangka Faclawi Mujur sudah di luar Sultra,” jelasnya.

Janes memaparkan, penetapan Fachlawi sendiri sebagai DPO karena tidak lagi menunjukan sikap kooperatifnya, bahkan sebanyak tiga kali tidak menghadiri panggilan jaksa untuk pemeriksaannya sebagai tersangka.

“Kita juga sudah coba lakukan pemanggilan paksa dan sejak itu kita belum temukan dia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PT PLM dalam kasus yang menyeret nama Kepala Biro Administrasi Keuangan PT PLM, Fachlawi Mujur sebagai tersangka karena ditahun 2012-2015 tidak menyetorkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau royalti yang mengakibatkan negara mengalami kerugian hingga Rp 9 miliar.

Fachlawi sendiri sebelumnya pernah ditahan pihak Kejati Sultra namun dibebaskan karena menang dalam proses praperadilan.

Setelah itu, penyidik Kejati Sultra kembali mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru dan menetapkannya sebagai tersangka hingga masuk ke dalam DPO.(cr5/iis)

To Top