Polda Sultra Beri Pemahaman Radikalisme Melalui Pesantren Kilat – Berita Kota Kendari
Nuansa Ramadhan

Polda Sultra Beri Pemahaman Radikalisme Melalui Pesantren Kilat

Jumsah (Tengah) dan perwakilan siswa/siswi dan guru SMAN 4 Kendari (Foto Sumardin/BKK)

KENDARI, BKK – Ramadan tahun ini Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kendari kembali menggelar pesantren kilat berlangsung empat hari yaitu Kamis hingga Senin (8 -12/6).

Namun pesantren kilat kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini dihadiri sejumlah pejabat Kepolisian Daerah (Polda) Sultra yang tampil sebagai nara sumber. Diantaranya, Kanit 2 Subdit 4 Intelkam, Kompol Jumsah SPd, Kasubdit IV Dit Intelkam, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, dan Briptu Andi Ramadhan Nio alias (Odang)

Mereka membawakan materi terkait dengan radikalisme yang saat ini menjadi tantangan bangsa ini.

Seperti Kompol Jumsah SPd membawakan materi bertemakan “Ormas Radikal Yang Terlarang”.

Kompol Jumsah mengatakan, kedatangan pihaknya menyambangi SMAN 4 Kendari, tidak lain untuk mencegah siswa-siswa SMA agar tidak terpengaruhi paham-paham radikalisme.

“Ini salah satu bentuk pencegahan. Karena bisa saja paham radikalisme, siswa dapatkan melalui medsos, yang tidak diketahui dampak negatifnya bagi NKRI,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan itu, bisa memberikan pencerahan kepada siswa. Sebab, siswa juga memahami bahwa radikalisme bukan hanya mecekam masyarakat, tetapi juga dikalangan siswa-siswa SMA.

Ia menuturkan, ormas-ormas yang mengancam keutuhan NKRI, bisa saja dibubarkan oleh pemerintah, melalui keputusan UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang keormasan.

Sementara itu ketua panitian pesantren kilat SMAN 4 Kendari Amsar SPdi MPdi mengungkapkan, kegiatan pesantren kilat adalah kegiatan rutinitas yang menjadi program osis setiap tahunnya.

“Terkait kedatangan tamu dari Polda. Sebetulnya, mereka meminta waktu untuk memberikan pencerahan pemaham kepada siswa mengenai ormas terlarang seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Bahkan, secara Nasioanal hal itu merupakan program yang perlu kita sikapi bersama bahwa kita adalah NKRI,” ujar ketua panitia sekaligus guru agama islam tersebut.

Dirinya menuturkan, bahwa negara ini lahir karena jasa pahlawan yang telah berjuang demi NKRI dan bukan hanya dari kalangan komunitas muslim saja.

“Kemerdekaan kita terambil dari semua unsur, mulai dari budaya, suku dan agama, sehingga perlu kita pertahankan bersama karena negera ini milik kita semua,” paparnya.

Ia berharap sebagai warga negara yang baik, kita perlu mempertahankan NKRI (kebinekaan) untuk tidak menjadi bangsa yang terjajah kembali. (p12/lex)

To Top