Kasuistika

Perampungan Berkas Tersangka PAUD Baubau Menunggu Keterangan Saksi Ahli

KENDARI, BKK – Meski dua tersangka kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Baubau telah ditahan, namun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga kini belum bisa melakukan perampungan berkas.

Pasalnya, pihak penyidik Kejati Sultra masih menunggu keterangan saksi ahli dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Keterangan saksi ahli ini penting dan kita masih tunggu itu,” terang Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra Janes mamangkey, Senin (12/6), ditemui di ruangannya.

Ia menjelaskan, keterangan saski ahli menjadi penting dalam proses perampungan berkas tersangka La Ira dan Laode Hairil Anwar karena proses pencairan anggaran terjadi di Kemendikbud dan secara adiminstrasi pokok perkaranya terjadi di sana.

“Ini memang masih jadi kendala kita, tetapi kita akan tetep berupaya untuk mendapatkannya,” jelas Janes.

Selain keterangan saksi ahli, lanjut Jenes, pihaknya juga masih menunggu surat proposal yang ada pada para tersangka.

Tetapi dua persoalan ini dibutuhkan hanya untuk melakukan pendalam kasus serta mencari tersangka baru.

“Kalau nantinya dua hal tadi kita tidak dapat, maka kasus ini tetap kita proses dan berkas para tersangka tetap akan kita rampungkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dua tersangka yang telah ditetapkan Kejati Sultra yakni La Ira dan Laode Hairil Anwar masing-masing disangkakan dengan pasal berlapis yaitu terdiri dari tiga pasal mulai dari Pasal 2, Pasal 3 dan pasal 12 huruf e Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001.

Dengan hukuman penjaranya paling rendah 4 tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar.(cr5/iis)

To Top