Mayoritas Dokumen Keuangan Terbakar – Berita Kota Kendari
Headline

Mayoritas Dokumen Keuangan Terbakar

KENDARI, BKK – Kantor Wali Kota Kendari tepatnya di Bagian Umum dan Keuangan mengalami kebakaran, Senin (12/6) sekitar pukul 04.02 dini hari. Awalnya api muncul dari Bagian Umum lalu menjalar hingga di Bagian Keuangan.

Akibat kebakaran ini sejumlah dokumen penting termasuk laporan keuangan sekretariat, dan berkas pencairan dana hangus terbakar.

Wali Kota Kendari, Asrun (tengah) bersama Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Alamsyah Lotunani (kanan) Saat Melakukan Peninjauan di Lokasi Kebakaran. (Nirwan/BKK)

“Sebagian dokumen keuangan dan berkas pencairan tidak ada yang bisa diselamatkan, sehingga untuk pencairan dana hari ini sudah pasti tertunda,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkot Kendari, Ali Kibu kepada jurnalis BKK.

Ali Kibu menjelaskan, awalnya petugas jaga dari Satpol PP mendengar suara ledakan sebanyak tiga kali.

“Awalnya mereka mengira suara ledakan itu berasal dari mercon, namun setelah muncul percikan api, baru petugas tahu kalau itu kebakaran,” kata Ali Kibu.

Saksi mata Toto Suprapto, mengatakan karena gelap dirinya tidak melihat api yang sudah membakar isi dalam ruangan itu, nanti setelah kurang lebih 30 menit kemudian api mulai membesar dan keluar dari jendela ruangan.

“Awalnya saya tidak lihat adanya kebaran karena gelap. Tapi setelah api keluar dari jendela sehingga saya yang pada saat kejadian berada di Posko tanggap darurat bencana di Kantor Wali Kota langsung berlari kelokasi kejadian kebakaran,” ungkap Toto Suprapto saat diwawancarai di lokasi kejadian, Senin (12/6).

Setelah melihat api, Toto dan rekannya langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebaran (Damkar) Kota Kendari. Setelah itu, rekan satunya menghubungi pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Mandonga, dan teman satunya lagi ia perintahkan untuk menghubungi Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Setelah menerima informasi dari kami, 10 kemudian pihak Damkar Kota Kendari langsung berada di lokasi kebakaran untuk memadamkan api,” paparnya.

Setelah mengetahui adanya kebakaran di kantornya, Wali Kota Kendari, Asrun langsung meninjau lokasi.
Kepada wartawan di sela-sela peninjauan, Asrun mengaku. kejadian itu membuat dirinya merasa berduka.

“Namanya musibah kita tidak tahu kapan akan datang. Memang saya sudah wanti-wanti supaya peralatan-peralatan komputer untuk senantiasa dilepas dari colokan listrik,” beber Asrun.

Akan tetapi, sebut Asrun, seperti diketahui bangunan ini sudah terlalu tua, dan didesain sebenarnya bukan untuk full air konditioner (AC). Sehingga, kata Asrun, jaringan listriknya juga tambal sulam.

“Jadi saya menduka besar kebakaran ini disebabkan karena adanya arus pendek. Jadi kita harap kejadian ini bisa menjadi evaluasi bagi kita dan teman-teman lainnya,” ujarnya.

Untuk itu, menjelang libur panjang, dia memerintahkan Sekretaris Kota (Sekot), Alamsyah Lotunani untuk melakukan pemeriksaan semua arus listrik. Bila perlu, pinta Asrun, AC semasa libur dimatikan dulu.

“Saya juga meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kendari, untuk menjaga betul lokasi ini. Supaya kondisi serupa bisa diantisipasi lebih awal. Sebenarnya, kita juga merasa terbebani dengan kejadian ini, sebab yang terbakar itu adalah bagian umum dan sekretariat keuangan. Kejadian ini sekaligus akan menjadi warning bagi kita,” tambahnya.

Menurutnya, kejadian ini murni karena musibah kebakaran. Tetapi, lanjutnya, dirinya tetap mempersilahkan pihak keamanan untuk melakukan identifikasi.

“Berkait kerugian saya belum estimasi. Akan tetapi kalau kerugian materialnya tidak terlalu banyak, tetapi yang kita sayangkan adalah dokumen yang ada juga terbakar,” tambahnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendari, Junaidin Umar mengatakan personil yang diturunkan untuk memadamkan api kurang lebih sebanyak 40 orang, sedangkan mobil pemadam yang dikerahkan sebanyak lima unit.

“Kami dapat informasi dari teman-teman yang lagi siaga banjir diposko darurat bencana banjir di Kantor Wali Kota Kendari. Setelah menerima kabar tersebut kita langsung bergerak cepat menuju lokasi kebakaran,” katanya.

Ia mengaku, saat melakukan pemadaman pihaknya terkendala akses masuk, sehingga alternatif lainnya pihaknya memecahkan kaca cendela ruangan yang terbakar.

Terpisah, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kendari, Amir Hasan mengatakan sebenarnya sudah cukup maksimal anggotanya melakukan patroli. Tapi, alas dia, yang namanya musibah mau bagaimana lagi.

“Saya menduga kebakaran ini disebabkan arus pendek, sebab jam 02.00 saya masih berada dilokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan,” tambahnya.

Ia mengaku, kebakaran ini terjadi ketika anggotanya yang bertugas dilokasi sedang pulang sahur.

“Kita akan tetap melakukan pengawasan di Kantor Wali Kota ini, bahkan sebelumnya juga pengawasan yang kami lakukan sudah tergolong sangat ketat,” tutupnya.

Setelah peristiwa kebakaran itu, operasional dan aktivitas para pegawai di ruangan umum dan keuangan sekretariat akan berkantor di aula bertaqwa kantor Wali Kota Kendari.(cr6/lex)

To Top