Saksi Berkah Tolak Hasil Pleno KPU – Berita Kota Kendari
Headline

Saksi Berkah Tolak Hasil Pleno KPU

Rapat Pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara PSU tujuh TPS di empat kecamatan pada pemilihan bupati dan wakil bupati Bombana 2017, di kantor KPU setempat, Minggu (11/6). Foto: Ahmad Ridha/BK

RUMBIA, BKK – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) ditujuh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar diempat kecamatan meliputi kecamatan Lantari Jaya, Rarowatu Utara, Rarowatu, serta kecamatan Poleang Tenggara telah usai.

Namun hasil pelaksanaan PSU ditujuh TPS ini ternyata masih menjadi problem oleh tim Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 Kasra J Munara-Man Arfah (Berkah).

Sikap penolakan ini terlihat saat KPU Bombana menggelar Rapat Pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara PSU tujuh TPS di empat kecamatan pada pemilihan bupati dan wakil bupati Bombana 2017, di kantor KPU setempat, Minggu (11/6).

Oleh tim pemenangan Berkah, ini terjadi menyusul banyaknya pelanggaran yang terjadi selama tahapan pelaksanaan PSU ditujuh TPS ini berjalan, mulai dari awal hingga hari pelaksanaan pemungutan suara.
Sejumlah pelanggaran ini diketahui setelah saksi Paslon Berkah, Suryadin membeberkan satu persatu pelanggaran yang terjadi di setiap TPS saat rapat pleno berjalan.

Di TPS 2 Lantari kecamatan Lantari Jaya misalkan, Suryadin menyebut jika terdapat dua orang pemilih yang pada Pilkada 15 Februari lalu menggunakan hak pilihnya di TPS 1 Hukaeya, namun pada PSU tanggal 7 Juni kemarin menyalurkan hak pilihnya di TPS 2 Lantari.

Mereka juga menyebut jika Kades Lantari, Ovi Asrovi terlibat langsung dalam politik praktis dengan mendukung salah satu Paslon yang dibuktikan dengan rekaman suara.

Selain itu, tim Berkah juga menemukan sejumlah pelanggaran lainnya di dua TPS lainnya yang ada diwilayah Rumbia yakni TPS 1 Hukaeya dan TPS Tahiite. Di TPS Hukaeya, mereka menemukan yang menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali saat pelaksanaan PSU.

Sementara di TPS Tahiite, mereka mengaku menemukan pelanggaran berupa penghilangan hak pilih dengan tidak memberikan formulir C6 kepada dua warga Tahiite atas nama Estepanus dan Julius.

“Kedua warga tersebut adalah benar-benar warga desa Tahiite yang dibuktikan dengan keterangan kepala desa setempat bernama, Rusdin. Pertanyaannya adalah kenapa mereka tidak dikasih formulir C6,” ungkap Suryadin.

Pria yang akrab disapa, Surya ini menambahkan, selain menemukan sejumlah pelanggaran diwilayah Rumbia, mereka juga menemukan banyak pelanggaran diwilayah PSU Poleang Tenggara.

Disejumlah TPS wilayah PSU Poleang Tenggara, terdapat pemilih dibawah umur yang menyalurkan hak pilihnya, adanya penduduk ber KTP Konawe Selatan yang menyalurkan hak pilihnya pada pelaksanaan PSU.

Selanjutnya, adanya praktik politik uang (money politic) yang ditemukan yakni warga yang membawa uang senilai tujuh juta rupiah. Parahnya kata Surya, oknum yang membawa uang tersebut adalah ketua PPS disalah satu desa di Poleang Tenggara yang melaksanakan PSU.

“Ada juga pemilih dibawah umur yang menggunakan hak pilihnya pada saat pelaksanaan PSU tanggal 7 Juni kemarin di TPS 1 Marampuka,” jelas Surya.

Atas adanya temuan pelanggaran tersebut, Suryadin selaku saksi Paslon Berkah menolak hasil pleno tersebut dengan tidak menandatangani Formulir DB atau berita acara hasil rekapitulasi ditingkat kabupaten.

Selain itu Sryadin juga enggan menandatangani formulir Model DB1-KWK atau sertifikat rekapitulasi hasil dan rincian perolehan suara dari setiap kecamatan ditingkat kabupaten.

Sementara, saksi Paslon nomor 2 Tafdil-Johan Salim (Bertahan), H Bustam tidak mempersoalkan hasil pleno yang digelar oleh pihak KPU Bombana tersebut.

Menanggapi sikap saksi Paslon Berkah yang enggan menandatangani berita acara rapat pleno tersebut, ketua KPU Bombana Arisman mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan sikap Paslon nomor 1 tersebut.

Dikatakan, dengan selesainya pelaksanaan di TPS 1 Lamoare ini maka KPU telah melaksanakan perintah MK pasca putusan sengketa Pilkada Bombana beberapa waktu lalu.

“Setelah kita gelar pleno hari ini (kemarin), kita akan segera buat laporan pelaksanaan PSU ini selanjutnya menyampaikan hasilnya ke MK,” ungkap Arisman.

Kendati begitu, pihaknya belum dapat memastikan kapan laporan hasil pelaksanaan PSU di tujuh TPS ini akan disampaikan ke pihak MK.

“Sesuai keputusan MK, proses pelaporan hasil PSU tersebut harus dilaporkan oleh KPU Bombana kepada MK paling lambat 15 setelah rapat pleno tersebut digelar,” tukasnya.

Bertahan Tetap Unggul

Setelah melakukan PSU, raihan suara paslon Bertahan tetap unggul. Berdasarkan rekapitulasi suara di tujuh TPS yang menggelar PSU, Bertahan mampu mengumpulkan suara 1.046 suara, sementara Berkah hanya mengumpukan 1.013 suara atau unggul 33 suara.

Namun setelah diakumulasi dengan total suara dari pilkada 15 Februari lalu, Bertahan mampu mengumpulkan suara 41.016, sementara Berkah hanya mampu mengumpulkan 39.731 suara. Sehingga selisih keseluruhannya yakni 1.285 suara.(r2/lex)

To Top