Aktualita

Busel Landa Banjir, Masyarakat Soroti Pembalakan Liar

Salah satu sungai di Busel meluap yang mengakibatkan banjir. Masyarakat menduga, banjir ini terjadi akibat pembalakan liar di kawasan hutan. (Foto: Asmar/bkk)

BATAUGA, BKK – Beberapa hari ini, hujan telah mengguyur daratan Kepulauan Buton. Sejumlah daerah terkena musibah banjir, termasuk wilayah Kabupaten Buton Selatan (Busel).

Daerah otonom baru ini khususnya ada dua kecamatan yang sempat ada titik-titik banjir yakni Batauga dan Sampolawa.

Beberapa rumah warga, sekolah, hingga masjid terendam banjir, bahkan, tidak sedikit kita temukan perabotan rumah tangga ikut hanyut direndam air.

Banjir di daerah otonom baru ini, pertama kalinya terjadi dibanding tahun-tahun sebelumnya.  Hal ini kemudian menjadi perbincangan warga setempat.

Ironisnya, dari beberapa sumber yang diwawancarai, rata-rata semua menuding bahwa banjir merupakan akibat dari pembalakan hutan jati yang kini telah gundul.

La Rahu, warga Kecamatan Batauga, mebeberkan pembalakan hutan jati yang telah memasuki wilayah batauga telah memberikan pelajaran Dampak penebangan Hutan jati hingga gundul disejumlah daerah kami mulai mengancam kehidupannya.

“Inilah yang kami rasakan. bagi kami masyarakat di Kelurahan Laompo, Kelurahan Masiri, Kelurahan Majapahit telah turut serta merasakan dampak buruk pembalakan yang hari ini terkena imbas derita akibat banjir tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan, rasa kecemasan selalu berada dibenaknya jika hujan terus melanda wilayah tersebut. Apalagi Hujan yang terjadi dengan intensitas tinggi.

La Rawu, warga kecamatan sampolawa mengatakan diantara beberapa pembalakan hutan jati dikabupaten Busel, di Kecamatannyalah yang paling parah. Namun dari hal tersebut, imbasnyapun ikut lebih parah.

“Di Sampolawa Air meluap hingga melewati jembatan. bahkan sebagian jalan ikut digenangi air akibat gorong-gorong jembatan tak mampu menampung,” ungkapnya.

Dikatakan kejadian tersebut terjadi dibeberapa titik Kecamatan Sampolawa yakni di Desa Watinanda, di Kelurahan Jayabakti, dan Kelurahan Todombulu.

“Di Kelurahan Jayabakti lingkungan Uwebonto, salah satu talud yang tak jauh dari jembatan Uwobonto ikut jebol. Sedangkan di kelurahanTodombulu, kantor kelurahannya digenangi air hingga setinggi lutut orang dewasa. Sejumlah kursi sofa yang ada di kantor kelurahan juga ikut terendam,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Buton Selatan, Agus Faisal Hidayat mengaku prihatin. Kata dia, pihaknya akan berupaya memberikan sosulusi untuk menanggulangi musiba tersebut.

“Iyah, saya sudah mendengar hal tersebut, kami akan berupaya menormalisasi sungai. Pokoknya dalam waktu dekat kita akan upayakan agar tidak terjadi lagi,” singkatnya. (k1/lex)
  

To Top