Besok, KPU Gelar PSU di Lamoare – Berita Kota Kendari
Suksesi

Besok, KPU Gelar PSU di Lamoare

RUMBIA, BKK – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Bombana  yang digelar, Rabu (7/6), menyisahkan satu TPS yakni TPS 1 Desa Lamoare, Kecamatan Poleang Tenggara. KPU setempat terpaksa melakukan penjadwalan ulang untuk dilakukan pencoblosan di TPS tersebut.

Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan melalui rapat pleno, Kamis (8/6), pelaksanaan PSU di TPS  1 Lamuare ini akan digelar, Sabtu (10/6) besok.

Segala persiapan sedang dilakukan oleh pihak KPU Bombana, mulai dari pembuatan TPS, distribusi logistik dan kotak suara, hingga pergantian personil Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dianggap tidak mampu melaksanakan tugas.

Informasi yang dihimpun, tujuh anggota KPPS di TPS Lamoare ini diganti alias dipecat oleh KPU karena dinilai tidak memiliki integritas serta tidak mampu menjalankan tugas.

Selanjutnya, KPU Bombana akan kembali mengangkat pengganti ketujuh anggota KPPS di TPS itu.

Kendati begitu pihak KPU sendiri belum merinci nama ketujuh pengganti anggota KPPS dimaksud.

Tekait hal ini, anggota KPU Bombana Andi Usman, yang dihubungi sejumlah wartawan di ruang kerjanya kemarin menjelaskan, jadwal pelaksanaan PSU di satu TPS ini sudah final dan tidak dapat diundur lagi.

“Barusan kita rapatkan tentang jadwal pelaksanaan PSU di Lamoare ini, segala persiapan sudah kita lakukan, termasuk mengganti tujuh anggota KPPS yang dianggap tidak mampu menjalankan tugas,” ungkap Usman.

Dia menjelaskan, dalam rapat membahas jadwal pelaksanaan PSU di satu TPS ini, sejumlah pihak terkait dihadirkan seperti perwakilan kedua pasangan calon (Paslon), pihak kepolisian, Panwaslu, termasuk salah seorang  komisioner KPU Sultra, Andi Sahibuddin.

“Sekarang juga kami lagi siap-siap mau ke Lamoare, jadwal ini sudah paten. Untuk logistik berupa kelengkapan pekaksanaan PSU disatu TPS ini, paling lambat besok (hari ini,red) sudah kami distribusi,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, batalnya pelaksanaan PSU Rabu lalu di TPS 1 Lamoare  ini menimbulkan sejumlah spekulasi. Ada yang menyebut akibat adanya miss komunikasi, adapula yang menyebutkan jika batanya PSU ini terjadi karena tidak terbaginya secara keseluruhan formulir C-6 atau surat panggilan bagi pemilih.

KPU Bombana pun angkat bicara. Melalui divisi teknik penyelenggaraan pemilu, Ashar menyebutkan pembatalan pelaksanaan PSU di TPS itu terjadi karena saksi paslon nomor urut 1 pergi meninggalkan TPS saat proses pencoblosan akan dimulai.

“Tadinya proses pencoblosan akan dilaksanakan dan proses pengambilan sumpah bagi anggota KPPS sudah dilakukan, hanya pada saat kotak suara akan dibuka,  saksi Paslon nomor urut 1 pergi meninggalkan TPS,” beber Ashar.

Atas aksi dari saksi paslon nomor urut satu ini, proses pelaksanaan pencoblosan tidak dapat dilaksanakan.

Kendati KPU Bombana, KPU Provinsi, dan komisioner KPU Pusat telah memberikan penjelasan terkait aturan atas insiden tersebut. Namun proses pencoblosan tetap tidak dapat dilakukan. Hal ini terjadi karena seluruh anggota KPPS tidak berani melakukan proses pembukaan kotak suara dan proses pencoblosan tanpa disaksikan oleh kedua saksi paslon yang bertarung untuk memenangkan pilkada. (r2/nur)

To Top