Polisi Agendakan Pelimpahan Tahap Dua Oknum Pejabat Dikbud Konkep – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polisi Agendakan Pelimpahan Tahap Dua Oknum Pejabat Dikbud Konkep

KENDARI, BKK – Kepolsian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah mengagendakan pelimpahan tahap dua atau penyerahan berkas dan tersangka, kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan oknum pejabat Dinas Pendidikan dan Kebuyaan (Dikbud) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Suharmin SPd MSi.

Suharmin ditetapkan tersangka atas kasus pencemaran nama baik Drs Gunawan B melalui media sosial Facebook (Fb). Sedianya, pelimpahan tahap dua ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra sudah diagendakan pekan ini.

Namun karena penyidik sedang sibuk mengebut kasus dugaan penghinaan terhadap presiden dan kapolri yang melibatkan Nursalam, sehingga tahap dua Suharmin diagendakan ulang.

“Sebenarnya sudah direncanakan tahap dua pekan ini, namun penyidik masih sibuk mengurus kasus penghinaan yang baru-baru ini ditangkap,” terang Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Kepolisian Daerah (Polda) Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Rabu (7/6).

Dolfi menyebut, penyidik telah sudah berkoordinasi dengan JPU. Hasilnya, JPU menyerahkan ke penyidik waktu pelimpahan tahap dua tersebut.

“Kalau yang ini (Suharmin) tidak ditahan sehingga masih akan terus dikoordinasikan lagi kepastian waktu penyerahannya. Sementara Nursalam sudah ditahan sehingga harus dipercepat, karena dikhawatirkan habis masa penahanannya,” jelasnya.

Diketahui, kasus ini bermula dari pelapor Drs Gunawan B kena tangkap dalam kasus dugaan tindak pidana pemilu. Namun, setelah melalui pemeriksaan panitia pengawas pemilihan, Gunawan dinyatan tidak terbukti melakukan money politic.

Situasi itu dimanfaatkan tersangka Suharmin dengan cara memposting foto Gunawan di media sosila Fb yang disertai keterangan “ini dia pelaku money politic”.

Foto terlapor (Gunawan) diposting di grup Fb Perubahan Konawe Kepulauan (Wawonii) dengan menggunakan akun Fb Suharmin Arfat. Peristiwa terjadi pada Desember 2015 silam. Gunawan melapor ke Polda Sultra pada 4 Januari 2016.

Tersangka dijerat Pasal 27 ayat (3) undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar. (man/iis)

To Top