Polda Kebut Perampungan Berkas Terduga Penghina Presiden dan Kapolri – Berita Kota Kendari
Beranda

Polda Kebut Perampungan Berkas Terduga Penghina Presiden dan Kapolri

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengebut perampungan berkas perkara kasus dugaan penghinaan presiden dan kapolri lewat media sosial Facebook (Fb), yang melibatkan Nursalam (28).

Kendati demikian, penyidik memprediksi perampungan berkasnya akan sedikit memakan waktu lama.

Pasalnya, masih ada beberapa saksi serta ahli yang harus dimintai keterangan.

Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bihumas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh mengatakan, penyidik masih akan meminta pendapat ahli serta memeriksa alat telekomunikasi yang digunakan tersangka dalam dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE).

Pendapat ahli yang dibutuhkan itu yakni ahli cyber crime dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolsian Respublik Indonesia (Polri) dan ahli informasi dan komunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.

“Jadi koordinasinya ke Jakarta. Selain itu harus menunggu waktu luang dari ahli yang akan dimintai pendapatnya tersebut. Beda kalau ahli ada di Sultra, itu waktunya dan koordinasinya bisa lebih cepat,” jelas Dolfi, Rabu (7/6).

Diketahui, Nursalam, warga Jalan Anawai Kelurahan Anawai Kecamatan Wuawua Kota Kendari ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan di Rumah Tahan (Rutan) Polda Sultra.

Nursalam ditetapkan sebagai tersangka dugaan penghinaan atas nama Presiden Republik Indonesi, Kepala Kepolisan Republik Indonesi (Kapolri), dan salah satu partai. Kemudian, sejumlah postingan tersangka berisi isu suku, agama, ras, dan antagolongan (sara).

Tersangka dijerat Pasal 45a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE) dengan ancaman pidana enam tahun penjara. (man/iis)

To Top