Kasuistika

BPD Sopura Ancam Polisikan Kadesnya

KOLAKA, BKK- Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sopura Kecamatan Pomalaa berencana mempolisikan Kepala Desa (Kades) Sopura, karena dinilai melakukan pemotongan insentif dan tidak melibatkan BPD dalam mengerjakan proyek di desa.

Menurut Ketua BPD Sopura Ansar Naki, Rabu (7/6), Kades Sopura Patongai melakukan pemotongan insentif BPD sebesar Rp 50 ribu per orang, serta insentif kepala dusun sebesar Rp 250 ribu per orang.

“Harusnya BPD mendapat insentif Rp 1.500.000, tapi dipotong Rp 50 ribu, begitupun kepala dusun harusnya Rp 3.750.000, dipotong Rp 250 ribu. Menurut Pak Kades itu biaya untuk operasional sekdes yang masih anaknya Pak Desa. Ini kami anggap pungutan liar. Karena itu rencana kami akan laporkan ke polisi,” kata Ansar Naki.

Selain itu, Ansar mengaku bingung dengan tindak tanduk Kades, sebab dana desa untuk pekerjaan fisik mereka tidak tahu prosesnya seperti apa, juga tidak ada pertemuan dengan pihak BPD, tiba-tiba sudah dilakukan pekerjaan.

“Hanya Kades dan tim teknis desa yang berfungsi, yang lain tidak difungsikan. Selain itu pengupahan tidak ditahu, papan proyek tidak ada dan anggaran dana desa yang diberikan tidak tahu, sebab yang tahu hanya kades dan langsung dikerja,” ungkapnya.

Ansar mengaku kalau dana desa di Sopura banyak kejanggalannya, sebab semua dana yang cair hanya Kades yang tahu, sehingga dinilai Desa Sopura milik pribadi, sebab Sekdes anak Kades dan bendahara ipar Kades, laksana manajemen tusuk sate.

Selain itu, sebagai Ketua BPD Ansar mengaku kalau sampai hari ini Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Sopura tidak ada kejelasan, serta belum ditetapkan.

Sementara dalam Undang-Undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, sudah jelas fungsi BPD adalah merencanakan anggaran dan mengawasi pemerintah desa. Namun anehnya Kades sudah melakukan berbagai kegiatan fisik menggunakan dana desa.

“Karena itu kami akan membuat surat mosi tidak percaya pada Kades,” tegas Ansar Naki.
Sementara, Kades Sopura Patongai melalui telepon selulernya membantah hal itu. Bahkan dia meminta supaya dipertemukan dengan Ketua BPD Ansar mengklarifikasi pernyataannya itu.

“Siapa yang potong-potong, jangan sembarang mengadu barang tidak benar itu. Saya tidak pernah melakukan hal itu,” tegasnya.

Karena itu Patongai mengaku akan memanggil Ansar untuk mengklarifikasi persoalan tersebut. (r3/iis)

To Top