Kasuistika

Pemilik PT Roy Anugerah Sejahtera Mangkir dari Panggilan Polisi

KENDARI, BKK – Pemilik PT Roy Anugerah Sejahtera Saipul alias Ipul mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sedianya, Ipul menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, Senin (5/6). Namun, Ipul masih keras kepala, bahkan menolak panggilan tanpa ada alasan.

“Penyidik segera mengirim panggilan kedua kepada yang bersangkutan,” ujar Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) pada Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Selasa (6/6).

Jika panggilan kedua masih diabaikan, Dolfi menyebut, penyidik akan mengambil langkah tegas seperti yang diatur dalam Kita Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yakni menerbitkan surat perintah membawa atau yang dikenal dengan penjemputan paksa.

Dolfi menuturkan, keterangan Ipul sangat dibutuhkan untuk melengkapi berkas perkara tiga tersangka.

Apalagi, kata dia, salah satu tersangka yang merupakan adik kandung Ipul bernama Sudirman seolah pasang badan demi melindungi kakaknya.

Diketahui, dalam kasus ini polisi telah menetapkan tiga tersangka yakni Sudirman serta Kamaruddin alias Aco dan Sandi Laspin alias Alfin yang berperan sebagai sopir pengangkut solar dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ke tempat penampungan menggunakan tangki mobil rakitan.

Kantor PT Roy Anugerah Sejahtera digerebek karena ketahuan melakukan penimbunan BBM jenis solar, Senin (22/5) sekira pukul 17.00 Wita.

Dalam perusahaan yang terletak di Kelurahan Punggolaka Kecamatan Puuwatu Kota Kendari ini ditemukan lima karyawan dan langsung digiring ke Mapolda Sultra. Namun, hanya dua yang ditetapkan tersangka, lainnya hanya sebagai saksi. (man/iis)

To Top