Dinas Kelautan akan Kembangkan SPT Numana – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Dinas Kelautan akan Kembangkan SPT Numana

ISWANDI/BKK
Jalaludin S Pd M Pd

WANGIWANGI, BKK- Dinas Kelautan dan Perikanan Wakatobi akan mengembangkan SPT (Sentra Perikanan Terpadu) Numana, di Desa Numana, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, yang selama ini mangkrak pembangunannya. Program ini dipandang sangat strategis karena nantinya bisa menjadi pintu keluar-masuk laut yang mudah diakses nelayan dalam memenuhi kebutuhannya,

Selain itu, lokasi ini aman untuk berlabuh sepanjang musim serta rentang kendali ke wilayah Wakatobi dua (Kaledupa, Tomia dan Binongko) lebih mudah. Lokasinya juga strategis, dekat dengan pelabuhan pengangkutan Panggulubelo yang hanya berjarak 1,2 km.

“Pengembangan STP Numana ini kami yakini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan bajo Mola Raya dengan jumlah penduduk 6962 jiwa dan nelayan yang jumlahnya 1448 orang,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Jalaludin, belum lama ini.

Dia melanjutkan, sebagai daerah maritim, Pemkab Wakatobi jelas menaruh perhatian yang sangat besar besar dalam meningkatkan potensi kelautan dan perikanan. Hanya saja, tetap dibutuhkan perhatian dari pemerintah pusat serta kalangan investor.     Selama ini, kata dia, Pemkab terus membuka peluang investasi di Wakatobi antara lain di bidang perikanan tangkap, budidaya laut, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, pengelolaan infrastruktur sistem rantai dingin (coldstorage, pabrik es), serta pengembangan mina-wisata.

Dia mengakui, potensi kelautan dan perikanan Wakatobi belum tergarap maksimal. Padahal Wakatobi memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang besar, seperti perikanan tangkap, budidaya laut, dan wisata bahari.

Perairan Wakatobi masuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan-RI (WPP) 714 Laut Banda yang memiliki stok sumber daya ikan (SDI) melimpah.

Data tahun 2015/2016, produksi perikanan Wakatobi terdiri dari perikanan tangkap 18.855,3 ton/tahun, rumput laut kering 2.506,4 ton/tahun, mutiara 5.000 ekor, dan budidaya laut 73,16 ton/tahun terdiri dari ikan kerapu, lobster, lencam, dan kuwe. Produksi perikanan tangkap didominasi oleh jenis ikan pelagis, yaitu ikan Tuna, dengan produksi 401,5 ton/tahun, Layang (6.283,3 ton/tahun), Tongkol (2.623,7 ton/tahun), dan Cakalang (413,4 ton/tahun).

Dari Wakatobi, ikan-ikan tersebut dikirim ke Buton, Bau-bau, Makassar, Kendari, dan Muara Baru di Jakarta. Khusus ikan tuna/tuna loin dari Jakarta diekspor ke Amerika, Tiongkok, Filipina dan Eropa dengan harga ikan tuna kualitas baik mencapai Rp 76.000 per Kg.

“Itu pun, pemanfaatan potensi perikanan tangkap saat ini baru mencapai 6,4%,” jelasnya.

Nelayan utama Wakatobi tercatat 6.380 orang dari 1.077 kelompok. Nelayan ini didukung oleh 2481 unit armada tangkap, yang terdiri dari 4 unit kapal ukuran lebih dari 20 GT, 17 unit kapal ukuran 10-20 GT, 46 unit kapal berukuran 5-10 GT, 1.166 unit kapal dibawah 5 GT, dan 1.333 perahu tanpa motor. Alat tangkap nelayan didominasi oleh jaring/gillnet, purse seine, pancing ulur/handline, dan bubu.

Ada beberapa pelabuhan perikanan/TPI yang telah dibangun namun mangkrak dalam penggunaannya dan masih memerlukan pembangunan lanjutan seperti di Desa Sombu, Kecamatan Wangiwangi, TPI di Usuku di Pulau Tomia serta Pelabuhan perikanan/TPI Desa Numana Kecamatan Wangi-wangi Selatan. (k2/aha)

To Top