Warga Kendari Ditangkap, Dituduh Menghina Kapolri Lewat FB – Berita Kota Kendari
Headline

Warga Kendari Ditangkap, Dituduh Menghina Kapolri Lewat FB

Polisi saat menangkap Nursalam di rumahnya, Jalan Anawai Kelurahan Anawai Kecamatan Wuawua Kota Kendari. (FOTO:Ist)

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menangkap satu pelaku kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik lewat media sosial facebook (fb).

Adalah Nursalam tidak bisa berkutik manakala polisi mendatangi rumahnya di Jalan Anawai Kelurahan Anawai Kecamatan Wuawua, Minggu (4/6/2017) sekira 16.30 Wita.

Pegawai kontrak PT Telkom Kendari ini langsung digiring ke Mapolda Sultra tanpa perlawanan. Penyidik Subdit II Eksus Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra langsung memeriksa Nursalam secara intensif.

Nursalam diciduk setelah diketahui membuat keterangan di fb yang dinilai menghina dan mencemarkan nama baik Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Dilihat dari akun fb nernama Nursalam, postingan yang menyerang kapolri tidak hanya terjadi sekali. Di antaranya pada 21 Januari 2017 pukul 21.36, Nursalam menulis “PDI dan kapolri kemasan baru PKI…sangat alergi apapun yang berbau islam..”

Kemudian pada 23 Januari 2017 pukul 21.30 Wita, Nursalam kembali memposting gambar kapolri yang diedit digabung dengan anjing yang memakai rompi polisi. Lalu, pada halaman gambar yang diedit ditulis “Dua-duanya polisi, menurut anda, mana yang lebih dapat dipercaya? A. Jenderal dan B. Anjing”.

“Lebih percaya yang mana…?? Aq sih pilih B..Kamu..??,” kata Nursalam dalam statusnya.

Bukan hanya itu, polisi juga sedang mendalami dugaan keterlibatan Nursalam dalam jaringan radikalisme. Nursalam telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan.

“Kalau untuk itu (dugaan keterlibatan dalam jarinagn radikal) kami masih akan mendalaminya,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Wira Satya Triputra, Senin (5/6/2017).

Wira menyebut, pihaknya telah meminta pendapat ahli bahasa untuk mengetahui bisa tidaknya Nursalam dijerat dalam dua pasal sekaligus.Yaitu pasal penghinaan dan pasal mengenai suku, agama, ras, dan antargolongan (sara).

“Tersangka ini kita mau kenakan dua pasal. Yaitu pasal penghinaan dan sara, sehingga kita minta keterangan ahli bahasa,” tegas perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini.

Masih kata Wira, akun fb tersangka pernah diblokir tim cyber crime (kejahatan dunia maya) pada akhir 2016. Ini setelah postingannya dinilai memiliki unsur ujaran kebencian.

Namun, pada Januari 2017 kembali aktif. Bukannya tobat, Nursalam kembali menulis satatus dalam fb yang lebih parah.

Lebih lanjut, Wira mengatakan, tersangka dijerat Pasal 45a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE) dengan ancaman pidana enam tahun penjara. (man/lex)

To Top