Lukman “Kekeuh” Maju sebagai Cagub – Berita Kota Kendari
Suksesi

Lukman “Kekeuh” Maju sebagai Cagub

Pengambilan formulir pendaftaran Lukman Abunawas di PDIP Sultra (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK –  Penjaringan Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur  Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk Pilkada 2018 yang dilakukan partai politik (Parpol), tidak satu pun dilewatkan Lukman Abunawas (LA).

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra ini telah mengambil formulir di tiga parpol yakni Demokrat, NasDem dan PDIP. Di tiga partai itu pun, Lukman mendaftar sebagai calon gubernur (01) bukan wakil gubernur (02).

“Saya tegaskan bahwa isu yang beredar mengenai LA untuk maju sebagai 02 itu sama sekali tidak betul karena untuk di Pilgub Sultra 2018 ini targetnya adalah menjadi 01,” tegas ketua tim pemenangan LA, Masyhur Masie Abunawas saat ditemui usai mengambil formulir di Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sultra, Senin (5/6).

Menurut mantan Wali Kota Kendari tersebut, LA layak untuk menjadi orang nomor satu di Sultra pengganti Nur Alam nanti sebab memiliki pengalaman memimpin daerah saat menjabat sebagai Bupati Konawe selama dua periode. Terlebih, saat ini dengan posisinya sebagai sekda tentu semakin memiliki wawasan yang luas dalam mengelola pemerintahan yang lebih baik kedepannya.

Hanya saja, meski kekeuh untuk tampil sebagai calon 01, sampai saat ini belum satu pun dukungan parpol yang dikantongi LA. Komunikasi politik dan pendekatan masih terus dilakukannya kepada sejumlah parpol yang memiliki kursi di DPRD Sultra.

“Kita berharap agar sejumlah partai mendukung pencalonan LA nanti,” ujar Masyhur.

Ditemui terpisah di Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sultra, LA bahkan mengaku telah mengantongi dua nama yang akan menjadi calon wakilnya nanti.Hanya saja, dia belum bisa mengumumkan ke publik figur yang dimaksud itu.

“Belum bisa dipublikasikan siapa nama-nama yang dimaksud itu. Karena jangan sampai ketika diberitahu hari ini tetapi orang itu tidak mau. Namun kami selalu intens untuk melakukan komunikasi,” jelasnya.

Ia hanya bisa memastikan, kedua orang yang dimaksud itu adalah tokoh politik dan tokoh masyarakat figur yang berasal dari wilayah kepuluan Sultra karena ia sendiri telah mewakili daratan.

“Yang pasti nama calon wakil yang kami incar itu berasal dari kepulauan antara Muna dan Buton. Dia merupakan tokoh politik dan tokoh masyarakat,” tegasnya.(m2/nur)

To Top