Banjir Bandang Terjang Butur, Satu Orang Meninggal – Berita Kota Kendari
Headline

Banjir Bandang Terjang Butur, Satu Orang Meninggal

Warga Desa Lambale sedang berusaha melakukan evakuasi warganya yang jadi korban banjir bandang, Minggu (4/6), dan salah seorang yang meninggal La Ganiy. (Foto: Darso/BKK)

BURANGA, BKK – Banjir bandang menerjang Kabupaten Buton Utara (Butur) , Sulawesi Tenggara. Bencana terjadi setelah hujan deras mengguyur daerah yang dikenal dengan slogan Lipu Tinadeakono Sara itu tanpa jeda sejak kemarin, Minggu (4/6).

Banjir bandang tersebut melanda dua desa itu yakni Desa Lambale dan Desa Kotawo, sehingga merendam ratusan rumah. Selain merenggut nyawa seorang kakek atas nama Ganiy (70) merupakan iman desa, bencana itu juga ikut membawah hanyut hewan ternak milik warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buton Utara, Yurlif Halir ditemui di kantornya, Senin (5/6), korban menghembuskan nafas terakhir akibat tergelincir dari tangga rumahnya dan jatuh saat banjir datang melanda dengan ketinggian air mencapai 2 meter.

“Korban hendak mengangkut barang berharganya untuk dipindahkan ke balai Desa yang tak  jauh dari kediaman korban. Rumah korban kan rumah panggung, saat banjir mulai naik di atas rumah, korban langsung bergegas mengangkut barang berharganya,” katanya.

Namun, tambah dia pada saat turun dari tangga, korban terpelesat dan jatuh di bawah rumahnya saat itu ketinggian banjir mencapai 2 meter. Kerasnya benturan menyebabkan korban tenggelam. Disisi lain juga, kondisi korban yang telah lanjut usia sehingga tak mampu menyelamatkan diri.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiagaan Bencana Badan Penanggulangam Bencana Daerah (BPBD) Butur, La Ode Husima merilis bahwa sebanyak 200 kepala keluarga ikut terdampak banjir tersebut. Warga itu mulai mengungsi di balai desa dan Masjid di desa masing-masing.

“Sebanyak 200 KK yang mengungsi di balai desa dan Masjid terdekat,” ucapnya.

Banjir itu terjadi karena hujan berintensitas tinggi yang mengguyur selama beberapa hari terakhir. Hingga mengakibatkan sungai Kotawo meluap. Air bertahan hingga pagi, dan siang sudah mulai surut. (cr10/lex)

To Top