Kasuistika

Polisi Imbau Masyarakat Waspadai Upal

AKBP Sigid Haryadi SIK

KENDARI, BKK – Bulan Ramadan dan jelang lebaran Idulfitri biasanya menjadi momentum bagi komplotan pengedar uang palsu (upal) untuk beraksi. Untuk itu, Kepolisian Resor (Polres) Kendari mengimbau masyarakat waspada.

Kapolres Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sigid haryadi SIK mengaku, hingga kini pihaknya belum menemukan adanya indikasi peredaran uang palsu. Namun, demikian masyarakat tetap berhati-hati.

“Kami terus melakukan pementauan adanya indikasi transaksi menggunakan uang palsu. Kita sudah perintahkan anggota untuk memantau beberapa tempat yang disinyalir sebagai tempat terjadinya peredaran upal, sehingga bila mana ada peredaran pasti langsung diketahui,” terang Sigid, Jumat (2/6/2017), saat ditemui usai memimpin serah terima jabatan pejabat utama dan para kapolsek.

Sigid menambahkan, selain imbauan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bank Indonesi (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Tentunya kami juga lakukan imbauan kepada para masyarakat agar segera melapor ke aparat jika mendapat adanya transaksi uang palsu,” imbuh perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

Salah seorang penjual di Jalan HEA Mokodompit Kelurahan Mokoau Kecamatan kambu Kota Kendari yang tidak mau dikorankan namanya mengaku, pernah menemukan seorang pembeli menggunakan uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Untungnya sebelum ia memberikan barang, ia terlebih dahulu memeriksa keaslian uang.

Perempuan yang menjual di kios kecil ini yakin, uang yang akan dibelanjakan seorang pemuda tersebut palsu.

Pasalnya, pada uang tidak melihat watermark atau gambar pahlawan nasional yang terlihat pada kedua belah bagian apa bila diterawang pada ke arah cahaya.

“Ada tadi laki-laki membeli rokok pakai uang palsu tapi pas saya liat dekat cahaya, uangnya tidak ada gambar pahlawan yang ada dalam uang (watermark). Akhirnya saya tolak secara halus, saya alasan tidak ada kembali,” terangnya.

Kendati demikian ia tidak berani menyampaikan hal ini ke pihak kepolisian. Karena, selain tidak mengenal pelaku, ia juga takut didatangi pelaku. (man/iis)

To Top