Headline

Nur Alam: Pilih Pemimpin Berakhlak Rasulullah! Gubernur Safari Ramadan di Koltim, Kolaka, dan Bombana

Gubernur Sultra H Nur Alam memberikan bantuan sembako pada kaum dhuafa di Kolaka, serangkaian safari ramadhan Provinsi di Kolaka.

KOLAKA, BKK – Gubernur Sultra H Nur Alam menganjurkan kaum Muslimin untuk memilih pemimpin yang berakhlak Rasulullah.

“Kita harus memilih pemimpin seperti akhlak Rasulullah,” kata Nur Alam saat memberikan ceramah dihadapan ribuan jemaah tarwih yang memadati masjid Agung Khaerah Ummah Kolaka, serangkaian safari Ramadhan Provinsi Sultra di Kolaka, Sabtu (‎3/6).

Menyinggung surat Arrad ayat 11 yang artinya Allah tidak akan mengubah nasib ‎sesuatu kaum sebelum mereka merubah nasibnya sendiri, Gubernur mengungkapkan bahwa ada tiga konteks untuk merubah nasib suatu kaum, dimana ketiganya komponen tersebut sangat menentukan, yakni pemimpin dan kepemimpinan, komunitas atau kelompok masyarakat, serta regulasi yang berkaitan ketentuan perundang-undangan, budaya istiadat, serta tata kelolah pemerintahan.

Terkait kepemimpinan, seorang pemimpin harus mengikuti kepemimpinan Rasulullah. Karena itu wajib memilih pemimpin yang amanah dari berbagai aspek, sebab banyak visi misi calon bupati yang dibuatkan orang dan tidak bisa diimplementasikan.

Juga harus memilih pemimpin yang tablik, dimana mampu menyampaikan secara lisan dan tertulis berbagai arahan serta kebijakan, sebab sentral kepemimpinan adalah komunikasi yang mampu menyampaikan yang baik. Pemimpin juga harus fatanah atau ‎memiliki kecerdasan, analisis, perkiraan dan tindakan yang tepat dalam merespon sesuatu dan kemungkinan yang akan terjadi. Selain itu pilih pemimpin yang sidiq, senantiasa berkata benar, satu kata dan perbuatan dan bukan pemimpin mbalelo.

Terkait kepemimpinan ini, Nur Alam menilai Bupati Kolaka H Ahmad Safei dan wakil bupati Kolaka H Muhammad Jayadin, sudah memenuhi syarat seorang pemimpin yang dicontohkan Rasulullah.

“Bupati dan wakil bupati kita ini yang memenuhi syarat-syarat yang telah di contohkan Rasulullah,” kata Nur Alam.

Tak lupa Nur Alam menyampaikan terima kasih pada masyarakat Kolaka yang telah memberikan amanah sebagai Gubernur, dan H Saleh Lasata sebagai wakil gubernur selama dua periode. Dia juga menyampaikan beberapa keberhasilan yang telah ditorehkan selama 10 tahun memimpin Sultra, terlepas dari kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki.

“‎Akhirnya saya akan meninggalkan jabatan gubernur, tapi saya tidak akan berhenti untuk berjuang demi kemajuan Sultra,” kata Nur Alam.

Sebelumnya, pada Jumat (2/6) Gubernur Nur Alam dan rombongan melakukan safari Ramadan di Kabupaten Kolaka Timur.

Setelah berbuka puasa di rumah jabatan Bupati Koltim, Nur Alam melanjutkan  sholat tarwih berjamaah di masjid raya Jabal Nur Rate – Rate.

Dalam acara itu, Nur Alam didampingi istrinya yang juga anggota DPR RI  Tina Nur Alam, Danrem 143 Halu Oleo dan sejumlah pejabat Lingkup Pemprov Sultra.

Dalam sambutannya Nur Alam meminta bupati untuk memaksa pengawai untuk solat subuh minimal di hari Jumat. Bukan tanpa alasan program ini harus dijalankan kata gubernur, sebab aparatur atau PNS adalah panutan masyarakat. Tak hanya itu, dengan gerakan salat subuh berjamaah akan mendatangkan rahmat bagi Koltim.

Nur alam juga menyatakan sebagai pemimpin harus mengutamakan kepentingan masyarakat, seperti dirinya yang selama menjabat selalu menjaga kesimbangan di berbagai bidang. (cr8-r3/lex)

To Top