Akan Menjadi Lawan di Pilkada Kolaka, Asmani Puji Ahmad Safei – Berita Kota Kendari
Suksesi

Akan Menjadi Lawan di Pilkada Kolaka, Asmani Puji Ahmad Safei

Hj Asmani Arif

KOLAKA,BKK – Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kolaka Dr Hj Asmani Arif semakin mantap untuk maju sebagai calon bupati di Pilkada 2018. Ia pun siap melawan calon petahana, Ahmad Safei yang notabene adalah bosnya saat ini.

Kendati akan menjadi lawan politiknya  di Pilkada Kolaka 2018 nanti, Asmani justru memuji Ahmad Safei. Menurutnya, di bawah kendali pemerintahan Ahmad Safei, telah terbangun proses kaderisasi, sehingga Kolaka memiliki kader-kader potensial, termasuk dirinya.

“Jujur saya katakan, saya bisa tampil ke publik seperti saat ini tidak terlepas dari pengkaderan beliau (Ahmad Safei,red). Jadi boleh dikatakan perjalanan karir saya di birokrasi adalah bagian dari gemblengan beliau juga,” aku Asmani, Minggu (4/6).

Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kolaka ini menegaskan, tekadnya maju di ajang kontestasi Pilkada Kolaka bukanlah sebagai bentuk ketidakpuasan ataupun perlawanan terhadap kepemimpinan Ahmad Safei. Sehingga, sebelum menyatakan kesiapannya untuk bertarung di Pilkada Kolaka pun, sia telah meminta restu kepada atasannya itu.

“Di hadapan beliau, saya sampaikan niat saya akan mencalonkan di pilkada. Saat itu, beliau sangat bijak  mendengarnya. Bahkan, suasananya layaknya kakak dan adik sedang berdiskusi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan rencana pencalonannya itu, Asmani mengaku telah menemui beberapa tokoh ternama. Hasilnya,  aku wanita berjilbab ini, ia mendapatkan dukungan besar untuk maju sebagai calon orang nomor satu di Bumi Mekongga itu.

Karena itulah dirinya telah mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik (Parpol) yang terdiri  Partai NasDem, PAN, Gerindra, Hanura, PKS, Golkar dan PDIP. Rencananya masih ada beberapa parpol yang akan diincar sebagai kendaraan politiknya nanti.

“Soal posisi memang berkas pendaftaran saya mayoritas mengajukan sebagai bakal calon wakil bupati. Kecuali di PKS memilih bakal calon bupati. Tapi komunikasi telah saya bangun sampai tingkat pengurus pusat. Dan, sekali lagi saya tegaskan, untuk finalisasinya posisi wakil atau bupati akan memperhatikan dinamika politik yang berkembang sebelum pendaftaran parpol ditutup,” tandasnya. (r3/nur)

To Top