Gelar Buka Puasa Bersama, Hugua Bagi-Bagi Buku – Berita Kota Kendari
Nuansa Ramadhan

Gelar Buka Puasa Bersama, Hugua Bagi-Bagi Buku

Foto Bersama Ir Hugua Usai Buka Puasa Bersama. (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir Hugua lakukan buka puasa bersama sejumlah awak media di kediamannya yang terletak di Jl Syeck Yusuf Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari, Rabu (31/5).

Dalam buka puasa tersebut, mantan Bupati Wakatobi dua periode itu juga turut membagika-bagikan buku miliknya kepada wartawan yang berjudul “10 Tahun Rekam Jejak Pemimpin Karang Wakatobi”.

Buku yang ditulis salah seorang penulis biografi terkenal Ayu Arman menceritakan tentang Hugua saat pertama kali menjabat sebagai orang nomor satu di Wakatobi, pasca dirinya dilantik di Wangi-wangi oleh Gubernur Sultra yang kala itu dijabat Ali Mazi pada 28 Juni 2006 silam.

Pasca dinobatkan sebagai bupati, dirinya langsung berniat untuk membangun sebuah bandara berstandar di wakatobi. Sehingga, pada saat pelantikan, dirinya langsung mengajak Ali Mazi untuk menuju lokasi tempat dimana dirinya akan membangun sebuah bandara itu.

Niatan untuk mendirikan sebuah bandara itu dianggap sangat tidak masuk akal serta sangat bertolak belakang dengan seluruh birokrasi pemerintahan yang ada Wakatobi. Semua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wakatobi pun menolak semua gagasan pembangunan bandara itu.

Bahkan, dirinya sempat disebut sebagai “Bupati Gila” oleh masyarakat. Pasalnya, dengan niatan yang begitu tulus untuk membangun Wakatobi dan memperkenalkan daerahnya sampai ke manca negara.

Sementara masyarakat kala itu menilai pikiran Hugua tidak masuk akal dengan melihat kondisi masyarakat wakatobi kala itu.

Bukan hanya itu, para pegawai yang ada disekelilingnya menganggap pemikiran Hugua terlalu melangit. Selain itu, kantornya dimana tempat ia bekeja selalu ramai didatangi oleh masyarakat dengan melakukan demonstrasi dengan satu tuntutan yakni “menolak pembangunan bandara”.

Namun, lagi-lagi dirinya tetap berkeyakinan teguh. Apapun makian dan cemoohan yang dilontarkan padanya ia tidak menghiraukannya dan selalu menghadapi dengan kepala tegak.

Dengan keyakinan yang kuat dan niatan yang tulus hanya untuk membangun daerah tanah kelahirannya itu, serta perpegang teguh dengan keyakinannya seperti yang dipetik dari kata-kata Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno bahwa “Kemerdekaan Terlebih Dahulu, Setelah Itu Kita Isi Kemerdekaan Itu”.

“Artinya itu, kita nyatakan dulu pembangunan Bandara di Wakatobi, baru kita pikirkan langkah berikutnya,” yakinnya.

Dengan kata-kata itulah dirinya selalu berpegang teguh denga pendirinyannya. Keyakinan untuk membangun bandara semata-mata dilakukan hanya untuk merubah perekenomian yang ada di Wakatobi.

Pasalnya, melihat kondisi wakatobi yang memiliki keanekaragaman hayati bahari terbesar yang ada di dunia yakni 750 jenis karang dari total 850 jenis karang yang ada di dunia. Sehingga, terus berkeyakinan bandara itu akan bisa mempermudah akses untuk memperkenalkan Wakatobi sampai kemanca negara.

Tepat dua tahun lebih Ir Hugua menjabat bupati, menjadi “buronan masyarakat” dan setelah menghadapi 184 kali demonstrasi dari masyarakat serta mendapatkan gelar “bupati gila” akhirnya Wakatobi memiliki bandara perintis.

Bandara itu mulai beroperasi tahun 2009 lalu dengan penerbangan pertama Maskapai Susi Air yang melayani rute penerbangan Wakatobi-Bau-bau dan Wakatobi-Kendari (PP).

Bandara itu dinamai dengan Bandara Matahora seperti yang dikenal saat ini.

“Saat saya menjabat sebagai Bupati Wakatobi niatan saya sangat tulus dan semata-mata saya lakukan hanya untuk membangun wakatobi. Jadi saat tidak lagi menjabat sebagai bupati sama sekali saya tidak terkena kasus hukum,” tandasnya. (m2/nur)

To Top